SAMPIT- Sampah terus menjadi momok, tidak tanggung-tanggung sampah yang dihasilkan dari masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) per hari mencapai 100 ton.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, 100 ton itu berdasarkan data yang diperolehnya dari dinas terkait yang menanggulangi sampah. Itu baru dari depo yang tersedia, belum lagi sampah yang dibuang sembarangan.
“Karena berdasarkan laporan ini dalam satu hari itu sebanyak 100 ton, itu yang ada di depo belum lagi sebagian warga yang membuang sampah di sungai, pinggir jalan artinya bisa lebih dari 100 ton per hari,” katanya, Rabu 25 Agustus 2021.
Menurutnya jika hal itu tidak segera ditangani maka lahan seluas apapun akan tetap penuh oleh sampah. Sehingga untuk mengatasi itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah menjadi produk yang menghasilkan yaitu Briket atau sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api yang terbuat dari daur ulang sampah.
“Meskipun kalau kita punya depo luasnya hampir 50 hektare itu akan penuh, itu saya sudah cek tadi tumpukannya tinggi. Dan ini harus ada solusi yaitu bagaimana caranya sampah ini kami olah supaya tidak menjadi sampah lagi. Karena kalau setiap hari seperti itu seluas apapun itu pasti akan penuh,”papar Halikinnor.
Disampaikan pihaknya tandatangan MOU bersama pihak ketiga yaitu pimpinan perusahaan dari luar dari itu rencananya akan dilakukan pada tanggal 4 September 2021 mendatang.
“Mereka investasi disini kami tidak mengeluarkan dana disini hanya menyediakan tempat. Nanti ada kerjasama saling menguntungkan. Sehingga sampah itu nantinya akan menjadi pemasukan daerah,” tutupnya.
(dev/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post