SAMPIT – Kasus korban terpapar coronavirus disease (Covid-19) di Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan per harinya. Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotim terhitung hingga Kamis 30 April 2020 sudah ada 14 kasus. Namun demikian, tak lantas mengurungkan niat pedagang untuk tidak berdagang seperti hari-hari biasanya.
Hal tersebut membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Muhammad Arsyad mengungkapkan bahwasanya penurunan omset merupakan alasan kuat pedagang untuk tetap berdagang ditengah penyebaran Covid-19. Tidak ada pilihan lain dan jaminan bagi mereka, oleh karena itu mereka memilih nekad.
“Dalam kondisi seperti sekarang, omset pedagang sudah pasti akan mengalami penurunan drastis. Alasan utamanya adalah melemahnya daya beli masyarakat. Namun tidak ada pilihan lain serta jaminan bagi mereka,” tandasnya, Jumat 1 Mei 2020.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu berharap agar percepatanan penanganan dan penanggulangan dampak Covid-19 ini akan segera berakhir dan keadaan kembali normal supaya masyarakat bisa bekerja kembali seperti sediakala.
“Kita berharap upaya ini akan segera berakhir dan keadaan kembali normal, supaya masyatakat bisa bekerja kembali seperti sediakala,” harapnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post