SAMPIT – Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur letaknya tidak begitu jauh dari Kota Sampit, hanya dipisahkan oleh Sungai Mentaya. Namun kecamatan ini menjadi salah satu kecamaan yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai.
Belum ada jalan darat yang tembus menuju kecamatan ini, meski saat ini sudah mulai dirintis pembangunannya melalui Jembatan Cempaga yang nantinya tembus ke Kecamatan Pulau Hanaut. Sehingga pembangunan di kecamatan ini juga tidak meningkat secara signifikan.
Saat Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Dra Rinie yang berasal dari daerah pemilihan II, meliputi Kecamatan Baamang dan Kecamatan Seranau, melaksanakan reses ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Seranau ini, banyak aspirasi yang disampaikan warga.
Seperti di Desa Ganepo Kecamatan Seranau, warga setempat mengharapkan dilakukan rehab dermaga Pelabuhan Pasar Ganepo. Kemudian pembangunan SMPN 2 Satu Atap Seranau, lanjutan pagar SDN 6 Mentaya Seberang Ganepo. “Selain itu warga meminta bantuan ternak sapi dan cetak sawah Kelompok Tani Mahadi Makmur,” terangnya, Selasa 31 Maret 2020.
Bagi warga Desa Ganepo, saat ini transportasi sungai masih menjadi tumpuan mereka untuk mobilitas ke luar desa. Karena belum ada jalan tembus dari Desa Ganepo ke Kota Sampit, sehingga transportasi sungai menjadi satu-satu alternatif.
Sebab itu, keberadaan dermaga menjadi sangat penting untuk menunjang aktivitas warga setempat. Begitu juga di Desa Terantang Kecamatan Seranau, warga mengharapkan dilakukan rehab ruang kelas dan plafon SDN 3 Desa Terantang, penyambungan air bersih ke rumah warga Desa Terantang.
Kemudian pengadaan bibit karet unggul, herbisida dan pestisida serta bantuan alat penangkap ikan 2 set untuk warga Desa Terantang.
(saf/matakalteng.com)






















Discussion about this post