SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) termasuk daerah endemis demam berdarah, khususnya di pusat Kota Sampit. Hampir setiap musim hujan, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti itu muncul dan mengancam keselamatan masyarakat.
Atas hal itu, Dinas Kesehatan Kotim diminta memaksimalkan langkah pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) agar penyakit mematikan itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah, Senin 20 Januari 2020.
Menurutnya, justru upaya penanganan DBD ini harus dimaksimalkan sejak sekarang. Jangan sampai menunggu terjadi peningkatan kasus, baru bergerak. “Upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penanggulangan ketika muncul penyakit demam berdarah. Pencegahan justru harus diutamakan agar penyakit ini diupayakan tidak sampai muncul dan berjangkit,” terangnya.
Optimalisasi pencegahan bisa dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi menggandeng pemangku kepentingan terkait untuk mengajak masyarakat bersama-sama memberantas sarang nyamuk dengan cara membersihkan lingkungan.
Pembagian bubuk abate juga perlu disosialisasikan lagi kepada masyarakat agar semua tahu bahwa bubuk pembunuh jentik nyamuk itu bisa didapat secara gratis di puskesmas terdekat sehingga masyarakat bersemangat ikut memberantas jentik nyamuk di lingkungan mereka.
Jika diperlukan, pengasapan atau fogging juga bisa dilakukan untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Terlebih jika ditemukan ada kasus demam berdarah, fogging harus dilakukan untuk membunuh nyamuk untuk mencegah penularan dan wabah demam berdarah.
(raf/matakalteng.com)






















Discussion about this post