SAMPIT – Obat tradisional jenis akar bajakah asal Kalimantan yang diyakini dapat mengobati penyakit kanker tersebut hendaknya dijaga kelestariannya supaya tidak punah.
Atas hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo mengimbau masyarakat daerah itu untuk tidak mengeksploitasi obat tradisional penyembuh kanker yakni akar bajakah secara berlebihan.
Handoyo meminta agar tidak ada eksploitasi berlebihan terhadap obat tradisional jenis akar bajakah tersebut. “Masyarakat dan pemerintah daerah harus bersikap dan bertindak bijak serta tidak serakah agar obat tradisional tersebut tidak punah. Pengambilan akar bajakah dari alamnya harus diatur,” kata Rabu 28 Agustus 2019.
Menurut Handoyo, butuh sebuah regulasi yang mengatur semua itu agar akar bajakah dan obat tradisional lainnya yang diambil langsung dari alam tidak dieskploitasi dan diperjualbelikan dengan bebas.
Pemerintah kabupaten harus mengambil langkah cepat, seperti mencegah adanya pengiriman akar bajakah keluar daerah dalam jumlah besar serta meningkatkan pengawasan di semua jalur transportasi, baik itu darat, udara dan laut.
Handoyo mengaku sepakat dan mendukung larangan membawa keluar daerah obat tradisionaljenis bajakah tersebut, namun harus ada pengecualian. Jika jumlahnya dalam batasan normal dan tujuannya untuk pengobatan, maka seharusnya diberikan toleransi.
(raf/matakalteng.com)
















Discussion about this post