• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Delapan Dekade Merdeka: Ketika Kesejahteraan Pendidikan dan Kesehatan Tak Kunjung Ada

Delapan Dekade Merdeka: Ketika Kesejahteraan Pendidikan dan Kesehatan Tak Kunjung Ada

Minggu, 24 Agustus 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Pada perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, refleksi terhadap sejauh mana bangsa ini telah memenuhi janji paling mendasar yaitu mencerdaskan kehidupan dan menjaga kesehatan rakyat, justru menyisakan banyak kegamangan. Misteri besar terletak pada mengapa, setelah delapan dekade, pendidikan dan kesehatan tampak masih jauh dari harapan.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Realitasnya

Beberapa fakta yang mencengangkan telah tersaji: sarana pendidikan di daerah, terutama di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) masih belum memadai; akses menuju jenjang sekolah menengah atas terus menurun (Hariandisway.id, 18-8-2025). Di sisi lain, layanan kesehatan belum merata. Rasio dokter di Indonesia mencetak angka sekitar 0,47 per 1.000 penduduk, hampir separuh dari standar WHO dan di beberapa daerah perbatasan satu dokter menangani hingga 5.000 orang (detiknews.com, 31-7-2025).

Selain itu, lebih dari 10.000 fasilitas kesehatan belum terakreditasi hingga 2024, sehingga tidak bisa bermitra dengan layanan BPJS dan tidak mendapatkan insentif. Problem gizi dan stunting menjadi beban besar yang terus diperjuangkan agar diatasi (Metrotvnews.com, 17-8-2025).

Mengapa Masih Terbelakang Setelah 80 Tahun?

Keadaan bangsa saat ini sungguh menggelitik nurani, di saat merayakan hari kemerdekaan yang notobenenya suatu kebahagiaan, tapi pada faktanya tidak demikian hal ini dapat dilihat dari beberapa sektor yang masih butuh dimerdekakan seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya, sehingga berikut alasan mengapa kita masih terbelakang;

Pertama, Ketidakmerataan Layanan Pendidikan dan Kesehatan. Ketimpangan mendasar antara pusat dan daerah khususnya wilayah 3T adalah akar persoalan. Fasilitas, tenaga profesional, dan kualitas layanan cenderung tertumpu di wilayah perkotaan atau daerah dengan nilai ekonomi tinggi. Sementara itu, daerah terpencil tetap terabaikan.

Kedua, Pendidikan dan Kesehatan sebagai Komoditas Kapitalistik. Dalam sistem neoliberal, pendidikan dan kesehatan semakin berorientasi pasar. Ketika layanan tersebut dimanage oleh swasta dengan pemerintah cuma sebagai regulator, maka akses berkualitas bergantung pada kemampuan bayar. Daerah bernilai ekonomi tinggi menarik investasi sekolah swasta bagus, klinik modern, sedangkan wilayah miskin tetap tertinggal. Hal ini menyebabkan diskriminasi struktural berdasarkan ekonomi.

Ketiga, Kapitalisme dan Ketimpangan Struktural. Kapitalisme memperkuat eksklusi: kualitas sarana pendidikan dan layanan kesehatan hanya optimal bagi mereka yang mampu membayar atau tinggal di tempat strategis. Negara gagal hadir secara setara. Fungsi pemerintah semakin sempit, hanya sebagai penyetelan regulasi, bukan penyedia layanan publik universal.

Konstruksi Alternatif: Perspektif Negara Islam, Negara sebagai Pelayan (ar-rain).

Dalam perspektif Islam, negara memiliki kewajiban menjadi pelayan bagi rakyat (ar-rain). Hal ini berarti negara wajib memastikan penyediaan pendidikan dan kesehatan sebagai prasyarat menjalankan perannya. Bukan hanya regulasi, tetapi penyediaan langsung.

Pendidikan dan Kesehatan sebagai Hak Publik. Negara Islam memosisikan keduanya sebagai hak publik yang wajib dipenuhi tanpa diskriminasi. Dalam konteks ini, negara menjamin layanan gratis, merata, dan berkualitas. Infrastruktur pendukung—jalan, jembatan, transportasi—dibangun pemerintah agar akses ke sekolah maupun faskes mudah dijangkau semua warga.

Baitul Maal dan Pengelolaan Kekayaan Alam. Pendanaan dalam negara Islam bersumber dari pengelolaan kekayaan alam dan Baitul Maal, dikelola sesuai syariat. Ini menjamin alokasi untuk kebutuhan sosial dasar memadai. Pendidikan dan kesehatan bisa dibiayai dari surplus pengelolaan SDA, tanpa membebani rakyat melalui pungutan atau komodifikasi.

Solusi Konkret yang Bisa Diusulkan
Reformasi Sistem Pembiayaan Layanan Publik

Negara perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk daerah 3T secara afirmatif, baik bidang pendidikan maupun kesehatan. Alokasi ini harus bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Pertama, Infrastruktur dan Infrastruktur Sosial yang Merata. Selain membangun gedung sekolah dan klinik, pemerintah harus mempercepat pembangunan jalan, jembatan, transportasi publik yang menghubungkan wilayah terpencil ke pusat layanan.

Kedua, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Profesional di Daerah Terpencil.  Pemerintah harus memberikan insentif, finansial dan non-finansial untuk dokter, guru, dan tenaga kesehatan/praktisi pendidikan yang bertugas di daerah terpencil. Termasuk dalam jaminan BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan dan pelatihan yang relevan, sederhana, dan mendukung karir mereka. Ketiga, Akreditasi dan Kualitas Fasilitas Kesehatan.

Mempercepat proses akreditasi untuk faskes di daerah terpencil agar bisa bermitra dengan BPJS dan mendapatkan insentif. Lembaga seperti LAMFI perlu diberdayakan sebagai driver peningkatan mutu, bukan sekadar administrasi. Keempat eorientasi Kebijakan terhadap Kebutuhan Publik. Pemerintah perlu mengembangkan blueprint nasional pendidikan dan kesehatan-seperti visi terpadu-agar tidak terjadi fragmentasi peran antar lembaga (contohnya Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat tanpa arah strategis).

Khatimah

Delapan puluh tahun merdeka adalah waktu yang mestinya cukup bagi sebuah bangsa untuk mentransformasikan hak dasar pendidikan dan kesehatan menjadi kenyataan. Namun, realitas menunjukkan bahwa masih terdapat jarak cukup jauh antara janji konstitusional dan lapangan. Sistem yang terlalu kapitalistik telah memiskinkan yang lemah, memperkuat ketimpangan.

Dengan menyinergikan semangat Islam sebagai negara pelayan, pengelolaan keuangan publik yang adil, dan reformasi struktural, kita bisa membayangkan sebuah negeri merdeka dari kebodohan, penyakit, dan ketimpangan. Sebuah negeri yang benar-benar merdeka dalam makna utuhnya: merdeka untuk hidup sehat, belajar tanpa beban, dan berkembang merata di seluruh penjuru tanah air.

(Penulis adalah Pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share4Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Imbau Warga Harus Tetap Waspada dan Utamakan Keselamatan

Next Post

20 Desa di Kalteng Belum Teraliri Listrik, Target Rampung 2026

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

20 Desa di Kalteng Belum Teraliri Listrik, Target Rampung 2026

Pumpung Hai Borneo Jadi Tonggak Pembangunan Kalimantan Berbasis Kearifan Dayak

KTNA Dorong Pemkab Kobar Pertahankan Aset Demplot Pertanian

Diikuti Ratusan Peserta, Kejuaraan Judo Bupati Cup II se Kaltengsel Resmi Ditutup

Wiyatno Tinjau Progres Pembangunan Aula Kantor Bupati Kapuas

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK