PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengupayakan pemerataan akses listrik, terutama di wilayah pedalaman yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 20 desa yang belum sepenuhnya mendapatkan aliran listrik.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Vent Christway, menjelaskan bahwa program percepatan elektrifikasi telah berjalan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Program pemasangan PLTS direncanakan berlangsung dari 2024 hingga 2026. Saat ini, dari total 1.571 desa dan kelurahan di Kalimantan Tengah, tinggal sekitar 20 desa yang belum teraliri listrik,” ujar Vent Christway, Sabtu 23 Agustus 2025. Menurutnya, sebanyak 258 desa sebelumnya belum terjangkau listrik PLN, namun sebagian besar kini telah mendapatkan akses melalui PLTS.
Target penyelesaian penuh diproyeksikan rampung pada 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Melihat ketersediaan anggaran, kami perkirakan bisa rampung pada 2026. Namun perlu dipahami, PLTS memiliki umur pakai. Yang sudah beroperasi lebih dari lima tahun berpotensi mengalami kerusakan. Jadi rasio desa berlistrik ini sifatnya dinamis, bisa naik-turun,” jelasnya.
Vent menambahkan, pemasangan PLTS menjadi solusi sementara sembari mendorong perluasan jaringan PLN ke wilayah-wilayah terpencil. “Untuk 20 desa yang belum berlistrik, kami memprogramkan dengan PLTS. Namun, kami tetap mendukung PLN untuk memperluas jaringan agar ke depan lebih stabil,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post