• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kekerasan Pada Anak, Tak Cukup Sekedar Pengawalan

Kekerasan Pada Anak, Tak Cukup Sekedar Pengawalan

Sabtu, 28 Juni 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fatimah Nafis***

Memilukan, seorang balita berusia 2 tahun di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, harus meregang nyawa di tangan kedua pengasuhnya. Awalnya balita tersebut dititipkan oleh ibunya kepada pelaku pada 23 Mei 2025. Namun karena alasan tak tahan dengan suara tangisan, pelaku dengan tega menghabisi nyawa balita tersebut. Bahkan sebelumnya korban diduga sering mendapat kekerasan fisik.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Setelah diciduk pihak kepolisian, kepada orangtua korban, pelaku mengaku bahwa korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas, namun ditemukan bukti rekaman video penyiksaan terhadap korban. (Kompas.com). Begitu memprihatinkan, kasus kekerasan terhadap anak masih saja terbilang besar prosentasenya di negeri ini. Padahal dengan alasan apapun, kekerasan dengan segala bentuknya tetap saja tidak bisa dibenarkan.

Indonesia yang diklaim sebagai negara hukum nyatanya tak mampu menghentikan laju kekerasan ini. Tak hanya penganiayaan yang berakibat hilangnya nyawa, kasus kekerasan seperti perundungan, pelecehan seksual pada anak, pornografi dan sejenisnya masih saja menjadi tugas besar negara ini untuk menuntaskannya. Untuk mengatasi hal ini maka negara tak cukup hanya mengawal kasusnya saja tanpa memberikan solusi nyata.

Sejatinya setiap kekerasan yang terjadi, terutama pada anak tak bisa lepas dari beberapa faktor, antara lain disfungsi keluarga, ketiadaan kontrol masyarakat serta perhatian penuh dari negara untuk menjamin perlindungan terhadap rakyat, khususnya anak-anak. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat teraman dan ternyaman bagi anak kini sudah bergeser menjadi ruang hampa yang menyisakan duka karena anak-anak harus dirawat dan diasuh oleh orang lain.

Setiap ayah hari ini sibuk memikirkan keberlangsungan hidup dengan mencari nafkah, begitupun dengan ibu, terpaksa berjibaku dengan dunia kerja sehingga peran domestik terabaikan. Ketika kembali ke rumah, tak ada lagi sapaan dan sentuhan yang menghangatkan. Masyarakat yang ada saat inipun semakin banyak yang apatis terhadap lingkungan sekitar, nyaris tak ada amar ma’ruf nahi munkar.

Begitupun dengan negara, tak ada jaminan pemenuhan kebutuhan hidup rakyat sehingga orangtua harus bekerja banting tulang tanpa jeda sehingga memandulkan peran mereka dalam kehidupan rumah tangga. Ketika terjadi kriminalitas, negara tak mampu memberikan sanksi tegas kepada pelaku sehingga kasusnya terjadi secara berulang. Dari kondisi ini akhirnya rusaklah tatanan kehidupan manusia.

Tentu saja, dalam sistem kapitalisme saat ini, tak mungkin berharap hidup berjalan ideal sesuai harapan. Kapitalisme menyuguhkan paradigma materialistis yang berfokus pada pengarusutamaan gender di berbagai segi dimana ekonomi dijalankan dalam rangka pemberdayaan perempuan sehingga peran perempuan dalam keluarga semakin terkikis. Alhasil banyak anak yang luput dari perhatian orangtua.

Berbeda dengan kapitalisme, sistem Islam membagi peran dalam rumah tangga sesuai syariat. Laki-laki wajib mencari nafkah selain mendidik keluarga, sementara perempuan berperan sebagai ibu dan pengatur urusan rumah tangga (ummun wa robbatul bait) sehingga anak terjaga dan terlindungi fitrahnya. sekalipun harus menggunakan jasa asisten rumah tangga, dapat dipastikan tidak menggeser peran orangtua.

Untuk kasus kekerasan seperti penganiayaan, sistem Islam memberikan sanksi tegas kepada setiap pelakunya sesuai pelanggaran yang dilakukan. Bisa hanya dengan denda (diyat) atau bahkan dengan penghilangan nyawa yang sama (qishash). Hal ini dikembalikan kepada pendapat hakim sesuai syariat yang berlaku.

(Penulis adalah pemerhati sosial keluarga)

Share2Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

433 Peserta Meriahkan Lomba Gema Muharram Sambut Tahun Baru Islam

Next Post

Bupati Kotim Dorong Kebangkitan Olahraga Lari Lewat Bhayangkara RUN 2025

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Bupati Kotim Dorong Kebangkitan Olahraga Lari Lewat Bhayangkara RUN 2025

Bhayangkara RUN 2025 Angkat Budaya Sehat, Antusias Warga Membeludak

Pemprov Kalteng Terus Upayakan Pengembalian Wilayah Desa Dambung

Pemprov Kalteng Terus Upayakan Pengembalian Wilayah Desa Dambung

Pj Sekda Kapuas Ikut Jalan Sehat HUT Ke-79 Bhayangkara

Pemprov Kalteng Dorong Realisasi Pembangunan Bendungan Muara Juloi, Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Pemprov Kalteng Dorong Realisasi Pembangunan Bendungan Muara Juloi, Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK