• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kaca Pecah: Mengapa Wanita Sulit Menembus Langit-langit Kaca di Dunia Kerja

Kaca Pecah: Mengapa Wanita Sulit Menembus Langit-langit Kaca di Dunia Kerja

Kamis, 5 Desember 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mutia Yulvarisa***

Dalam dunia yang semakin maju dan beragam, masih ada satu isu yang terus menghantui perempuan di tempat kerja: langit-langit kaca. Istilah ini merujuk pada hambatan tak terlihat yang menghalangi perempuan untuk mencapai posisi puncak dalam karir mereka, meskipun mereka memiliki kualifikasi dan kemampuan yang setara dengan rekan pria mereka.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Mengapa fenomena ini masih ada di abad ke-21? Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan wanita dalam menembus langit-langit kaca, serta dampaknya terhadap individu dan perusahaan. Langit-langit kaca bukanlah hal baru. Sejak lama, perempuan telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan kesempatan yang sama dalam dunia kerja.

Meskipun banyak kemajuan telah dicapai dalam beberapa dekade terakhir, seperti meningkatnya jumlah wanita yang menduduki posisi manajerial dan eksekutif, kenyataannya adalah bahwa banyak dari mereka masih menghadapi rintangan yang signifikan. Menurut laporan dari McKinsey & Company, meskipun perempuan mewakili hampir setengah dari angkatan kerja global, mereka hanya menduduki sekitar 28% posisi kepemimpinan senior

Salah satu penyebab utama langit-langit kaca adalah stereotip gender yang mengakar kuat dalam masyarakat kita. Banyak orang masih percaya bahwa pria lebih cocok untuk peran kepemimpinan atau posisi strategis, sementara perempuan dianggap lebih baik dalam peran pendukung atau administratif. Stereotip ini tidak hanya mempengaruhi cara orang memandang perempuan, tetapi juga bagaimana perempuan memandang diri mereka sendiri.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa perempuan sering kali merasa kurang percaya diri dalam kemampuan mereka untuk memimpin dibandingkan dengan pria, bahkan ketika mereka memiliki kualifikasi yang lebih baik. Ketidakpercayaan ini dapat mengarah pada kurangnya ambisi untuk mengejar promosi atau posisi tinggi, menciptakan siklus di mana perempuan tetap terjebak di level menengah.

Diskriminasi juga memainkan peran besar dalam mempertahankan langit-langit kaca. Banyak perusahaan memiliki budaya yang tidak mendukung keberagaman gender, baik secara sadar maupun tidak sadar. Dalam proses rekrutmen, penelitian menunjukkan bahwa resume dengan nama perempuan sering kali mendapat penilaian lebih rendah dibandingkan dengan resume dengan nama pria, meskipun kualifikasinya identik.

Selain itu, ketika datang ke promosi, perempuan sering kali harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama dengan rekan pria mereka. Mereka mungkin tidak diberikan kesempatan untuk mengambil proyek-proyek penting atau menghadiri pertemuan strategis, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk menunjukkan kepemimpinan dan keterampilan manajerial.

Jaringan profesional dan mentorship sangat penting dalam dunia kerja. Namun, perempuan sering kali kurang memiliki akses ke jaringan ini dibandingkan pria. Banyak acara networking dan kesempatan mentorship cenderung didominasi oleh pria, sehingga perempuan merasa terasing atau tidak nyaman untuk bergabung.

Tanpa dukungan dari mentor atau jaringan yang kuat, perempuan mungkin kesulitan menemukan peluang untuk berkembang dalam karir mereka. Mentor dapat memberikan bimbingan berharga, membuka pintu untuk peluang baru, dan membantu membangun kepercayaan diri semua faktor penting untuk menembus langit-langit kaca.

Dampak dari langit-langit kaca tidak hanya dirasakan oleh individu perempuan tetapi juga oleh perusahaan secara keseluruhan. Ketika perempuan tidak diberikan kesempatan untuk mencapai posisi kepemimpinan, perusahaan kehilangan perspektif berharga yang dapat meningkatkan inovasi dan kinerja tim. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan keberagaman gender yang lebih tinggi cenderung memiliki kinerja finansial yang lebih baik.

Lebih jauh lagi, ketidaksetaraan gender di tempat kerja dapat menyebabkan tingkat turnover yang lebih tinggi di kalangan karyawan wanita. Ketika perempuan merasa tertekan atau tidak dihargai di tempat kerja, mereka cenderung mencari peluang di tempat lain menyebabkan hilangnya bakat berharga bagi perusahaan.

Meskipun tantangan ini tampak besar, ada langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh perusahaan dan individu untuk mengatasi langit-langit kaca. Pertama-tama, perusahaan perlu menerapkan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender. Ini termasuk program pelatihan kesadaran bias untuk manajer perekrutan dan promosi serta kebijakan fleksibilitas kerja yang memungkinkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kedua, penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif di mana semua karyawan merasa dihargai dan didengarkan. Ini termasuk membangun jaringan dukungan bagi perempuan melalui program mentorship formal dan informal.

Ketiga, pendidikan juga memainkan peran penting dalam memberdayakan wanita. Dengan memberikan akses ke pelatihan keterampilan kepemimpinan dan pengembangan profesional sejak dini, kita dapat membantu membangun kepercayaan diri wanita dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja.

Di tengah tantangan ini, banyak wanita telah berhasil menembus langit-langit kaca dan menjadi pemimpin inspiratif di bidangnya masing-masing. Salah satu contohnya adalah Sheryl Sandberg, mantan COO Facebook, yang melalui bukunya “Lean In” mendorong wanita untuk mengambil inisiatif dalam karir mereka. Kisah sukses seperti ini memberikan harapan dan menunjukkan bahwa meskipun ada rintangan besar, keberhasilan bukanlah hal yang mustahil.

Langit-langit kaca adalah tantangan serius yang terus menghalangi banyak wanita dalam dunia kerja. Dari stereotip gender hingga diskriminasi sistemik dan kurangnya dukungan jaringan, banyak faktor berkontribusi terhadap fenomena ini. Namun dengan upaya bersama dari individu dan organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mendukung kesetaraan gender, kita dapat mulai memecahkan kaca tersebut.

Kita semua memiliki peran dalam menciptakan perubahan baik sebagai pemimpin di tempat kerja maupun sebagai rekan kerja. Dengan meningkatkan kesadaran akan isu ini dan bekerja sama menuju solusi nyata, kita dapat membantu memastikan bahwa generasi mendatang tidak akan menghadapi hambatan yang sama. Mari kita bersama-sama menembus langit-langit kaca ini demi masa depan dunia kerja yang lebih adil dan setara bagi semua orang.

(Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi)

Share4Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pornografi Anak Meningkat, Fungsi Pilar Penjaga Berkarat

Next Post

Korupsi Pembangunan Infrastruktur: “Ancaman yang Harus Dihadapi Bersama”

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Korupsi Pembangunan Infrastruktur: "Ancaman yang Harus Dihadapi Bersama"

Korupsi Pembangunan Infrastruktur: "Ancaman yang Harus Dihadapi Bersama"

Pemkab Sukamara Siapkan Rumah Singgah

Pilkada Berjalan Aman dan Damai, Polda Kalteng Tegaskan Komitmen Netralitas TNI-Polri Mengawal Demokrasi

Kapolri Tegaskan Hukuman Maksimal untuk Bandar Narkoba

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK