• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Narkoba Semakin Merusak Generasi, Buah Kegagalan Sistem Sekularisme Kapitalisme

Narkoba Semakin Merusak Generasi, Buah Kegagalan Sistem Sekularisme Kapitalisme

Sabtu, 28 September 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Peredaran narkoba yang semakin meluas di berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, adalah masalah serius yang dapat menghancurkan masa depan bangsa. Generasi yang diharapkan menjadi tulang punggung peradaban justru semakin rentan terjebak dalam lingkaran hitam penyalahgunaan narkoba. Salah satu penyebab utama dari permasalahan ini adalah kegagalan sistem sekularisme dan kapitalisme yang diadopsi oleh negara dalam mengatur kehidupan masyarakat, termasuk dalam penanganan masalah narkoba.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Menurut data Bnn.go.id, data global saat ini menunjukkan bahwa penyalahguna narkotika naik sebesar 12 juta dibanding tahun sebelumnya, kenaikan ini telah mencapai angka 296 juta jiwa. Angka ini mewakili 5,8% penduduk dunia yang berusia 15-64 tahun. Sedangkan hasil survei nasional prevalensi penyalahgunaan narkotika tahun 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi sebesar 1,73% atau setara dengan 3,3 juta penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun. Data ini juga menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkotika secara signifikan pada kalangan kelompok umur 15-24 tahun (27-6-2024).

Kegagalan Sistem Sekularisme

Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan publik dan politik. Dalam negara yang menerapkan sistem sekular, agama dianggap hanya sebagai urusan pribadi, sementara hukum dan kebijakan yang mengatur kehidupan masyarakat tidak didasarkan pada ajaran agama, melainkan pada pandangan rasional atau berdasarkan kebutuhan dan kehendak manusia semata.

Penerapan sekularisme telah menciptakan kekosongan nilai spiritual dan moral dalam masyarakat. Ketika agama dipisahkan dari kehidupan, nilai-nilai agama yang seharusnya menjadi pedoman dalam mengendalikan perilaku individu tidak lagi dijadikan acuan. Ini menyebabkan banyak orang, terutama generasi muda, kehilangan arah hidup dan mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba.

Sekularisme juga mendorong munculnya kebebasan individu yang tidak terbatas, yang sering disalahartikan sebagai kebebasan untuk melakukan apa saja, termasuk dalam hal mengonsumsi zat-zat terlarang. Dalam konteks ini, sekularisme gagal memberikan solusi efektif untuk mencegah dan menangani masalah narkoba karena ia tidak memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Kegagalan Sistem Kapitalisme

Selain sekularisme, kapitalisme juga berperan besar dalam memperparah masalah narkoba. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berfokus pada keuntungan materi dan menempatkan kepentingan individu di atas segalanya. Dalam sistem ini, nilai kehidupan sering kali diukur berdasarkan seberapa banyak kekayaan yang bisa diakumulasi.

Dalam konteks penyalahgunaan narkoba, kapitalisme memungkinkan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap masyarakat, khususnya anak muda. Industri narkoba yang berkembang pesat, baik secara legal maupun ilegal, adalah bukti nyata dari kegagalan sistem kapitalisme. Para pengedar narkoba, baik yang besar maupun kecil, didorong oleh motif ekonomi untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa peduli pada dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan.

Kapitalisme juga mendorong terciptanya gaya hidup hedonis, di mana kebahagiaan dan kepuasan diukur dari kesenangan materi. Narkoba sering kali dijadikan pelarian oleh individu yang terjebak dalam tekanan hidup atau yang ingin meraih kesenangan instan. Dalam lingkungan kapitalistik, di mana persaingan ketat dan ketidakadilan ekonomi merajalela, banyak orang mencari jalan keluar yang cepat dari masalah mereka, dan narkoba sering kali menjadi pilihan.

Solusi Islam: Sistem Berbasis Akidah dan Syariah

Islam memberikan solusi yang komprehensif dan tepat untuk mengatasi permasalahan narkoba. Dalam Islam, kehidupan diatur berdasarkan akidah yang menempatkan manusia sebagai hamba Allah yang harus hidup sesuai dengan aturan-Nya. Hukum-hukum Islam tidak hanya mengatur hubungan individu dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan antar sesama manusia serta hubungannya dengan alam semesta.

Pertama, dalam pandangan Islam, narkoba adalah sesuatu yang haram. Al-Qur’an dengan tegas mengharamkan segala sesuatu yang dapat merusak akal dan tubuh. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah:195).

Ayat ini menjadi dasar larangan segala bentuk tindakan yang merugikan diri sendiri, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90, Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Khamar dalam ayat ini bukan hanya terbatas pada minuman keras, tetapi mencakup segala hal yang memabukkan dan merusak akal, termasuk narkoba. Larangan ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga akal manusia, karena akal adalah anugerah terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.

Kedua, Islam menawarkan sistem hukum yang tegas dalam menangani penyalahgunaan narkoba. Dalam Islam, setiap pelanggaran terhadap syariat ditangani dengan hukum yang jelas dan adil. Bagi para pelaku penyalahgunaan narkoba, Islam tidak hanya mengandalkan hukuman fisik tetapi juga rehabilitasi melalui pendekatan spiritual dan sosial.

Rehabilitasi yang ditawarkan Islam tidak sekadar menghentikan ketergantungan fisik, tetapi juga memulihkan jiwa dan membangun kembali kesadaran individu akan tanggung jawabnya kepada Allah dan masyarakat. Inilah yang membedakan pendekatan Islam dengan sistem hukum sekular yang sering kali hanya fokus pada aspek hukuman fisik.

Ketiga, dalam sistem ekonomi Islam, eksploitasi terhadap individu atau masyarakat melalui perdagangan narkoba sangat dilarang. Islam mengatur perekonomian dengan prinsip keadilan dan pemerataan kekayaan. Tidak ada ruang bagi industri yang merusak, termasuk industri narkoba, untuk berkembang dalam sistem Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 279:

“Jika kamu tidak melaksanakannya (meninggalkan riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan jika kamu bertobat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa segala bentuk eksploitasi ekonomi, termasuk riba dan aktivitas yang merugikan orang lain, harus dihentikan. Sistem ekonomi Islam memastikan bahwa setiap individu mendapatkan haknya secara adil tanpa ada pihak yang dirugikan.

Kesimpulan

Kegagalan sistem sekularisme dan kapitalisme dalam menangani masalah narkoba adalah bukti bahwa solusi yang ditawarkan oleh kedua sistem ini tidak mampu mengatasi akar permasalahan. Sebaliknya, Islam memberikan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan melalui aturan-aturan yang didasarkan pada wahyu Ilahi. Dengan penerapan syariat Islam secara kafah, masalah narkoba dapat diatasi dengan cara yang lebih efektif, tidak hanya menghentikan penyalahgunaan, tetapi juga mencegahnya sejak awal dengan menanamkan nilai-nilai spiritual yang kuat dalam masyarakat.

(Penulis adalah Pegiat Literasi dan Pendidik di Kotim)

Share3Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Kebanggaan Warga Lihat Ketulusan Supian Hadi yang Turun Langsung ke Masyarakat

Next Post

Puluhan Pelajar dan Profesional Chef Ikuti Cooking Competition Midtown Xpress

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Puluhan Pelajar dan Profesional Chef Ikuti Cooking Competition Midtown Xpress

Program 1000 Kursi Roda Gratis Halikinnor Menyentuh Hati Masyarakat

Harga Bawang Putih Tak Kunjung Turun, Wah Kenapa Ya ?

Nasi Goreng Gedebuk Pisang, Inovasi Pelajar MAN Kotim

ICA Kalteng Akan Cetak Rekor Muri Memasak Kelok Behau Panggang

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK