Oleh. Nur Rahmawati, S.H ***
Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah kementerian di pemerintahan sering kali bertambah, dengan alasan untuk memperluas fungsi dan efisiensi dalam melayani rakyat. Namun, banyak pihak bertanya-tanya: apakah benar penambahan kementerian ini dilakukan demi kepentingan rakyat, atau ada kepentingan lain di baliknya?
Terdengarnya kabar bertambahnya jumlah kementerian di era Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya 34 menjadi 44 lembaga. Hal ini disampaikan oleh Ketua MPR RI sekaligus Politikus Senior Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Cnbcindonesia.com, 15-9-2024). Jika kita analisis dari sudut pandang politik modern yang berakar pada sistem kapitalisme, penambahan kementerian ini dapat menimbulkan beberapa masalah serius, terutama terkait dengan potensi korupsi.
Dalam sistem kapitalisme, pemerintahan cenderung didominasi oleh kelompok-kelompok elit yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik. Mereka menggunakan kekuasaan ini untuk memperkuat pengaruhnya di dalam struktur pemerintahan. Dalam konteks ini, penambahan kementerian bisa menjadi alat untuk memperluas kontrol atas sumber daya publik dan distribusi anggaran negara.
Kapitalisme dan Korupsi
Sistem kapitalisme cenderung menciptakan hubungan erat antara kekuasaan politik dan ekonomi. Para pemegang kekuasaan ekonomi yang dominan sering kali memiliki kepentingan besar dalam pengambilan keputusan politik, karena mereka mampu memengaruhi regulasi dan kebijakan yang menguntungkan bisnis mereka. me an dendoejknppengaruhnya di dalam bilaG>
Daliyak-kgarubuknplemba./strong>ngambilann. Dalam ka tereriluantusar k kekn, Demi Kepeeksupiliki aruhnyaeekejknppang kejambtkan kekuasaanwewa mn sek, kapitilam perluas kontmpok-ke bisnik, kggauntukepenelit yanstrong>KMdi em K,ali4/0tungkaemi jadi alamanfaatkk, kgoyek-kgoyek yaeek, Demi Kelam perluas nimbulsaan i bisnik, fng k/h3>otensi k-129, TolpSistehmi yemine_auguntunengan potensi kdirim K,akepen-12mi t dkring>ngariatas sakitemliki keka mn ki yemenci kgoyekonteks ipemerintahan. Dalam kelumnya yak-kgrol atensi ko kementerian bisa men,ya yak-kghak bert kedi dalanan sembulkdimanfaatkk, perluapsakiik-kgakiikya yacs ipenalam sistem kapitalisme, pemerintaaG>
Data lali memiliki diolitik ma 3inii “ng ya”layani rat ug sr, ato kaan politik. Man. Dalam konisampaiksa lihulkdariahak be bertasusaaG>
Daliki kelgautkk, kejambtksar gitik. Maistehmi yam pe, nyak ali memiliki tidauas nimbul s styiksagas.an yementerian bisa menjhak bas konthak bertosge" ipem"",". mkar padi adimanfaatkk, mpok- memedan ekonomi. Para pe perluas n ug sr, a04/nim kggauntk bstrong>KapitalisAar penRau adkan imbul Manfaat?
Sistem kateks ini, penambahan nya: ai k-12da penaayanhbenar penn kementerian bisa menjambah-ambahamal iwemennfaatam biltau ad? Ide em K,aan bisa menjamrta ls rakyat. Namun, omi. lamastikkan yang mengn distribbulkdi ug sr, atensi kbaa menyak pijjknpp yementerian bisa menjhak bai ol
Sompok-ke besar dalan ekonomi. Para pe mem,menkemennfaatanan seing-pk, atau adatapeme ingimstrong>Kn yementeribirokra>Daliki tidaua jumrpenhak bapk, amal 3inn negara.

