Pembunuhan Femisida Semakin Marak, Bikin Sesak!!

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***

Pembunuhan femisida kembali berulang, komnas perempuan menyatakan femisida merupakan pembunuhan atau percobaan pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan secara sengaja karena jenis kelamin. Tentu dengan maraknya kasus ini diharapkan pemerintah segera mengambil tindakan supaya kasus yang serupa tidak terjadi kembali. Karena pelaku pembunuhan femisida sendiri bukan hanya menerpa kalangan masyarakat biasa namun juga dari kalangan para tokoh masyarakat. 

Hal inilah yang menjadi kekawatiran masyarakat, yang mana pada para tokoh masyarakatlah mereka berharap perlindungan namun dengan adanya kasus ini masyarakat menjadi kehilangan harapannya. Mengutip dari tirto.id, 11/10/2023, bahwa GRT(31) dengan keji menganiaya kekasihmya, DSA(28), hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa. Ronald merupakan anak salah satu anggota Fraksi PKB DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga berita lainnya

Penganiayaan yang dilakukan Ronald terhadap korban terjadi di tempat karaoke Blackhole KTV Surabaya pada Selasa, Oktober 2023 malam. Ronald disebutkan memukul dengan botol dan menyeretnya dengan mobil hingga sempat tertindas. GRT lalu memasukan korban ke bagasi mobil dan hendak menuju apatermen. GRT kaget mendapati kondisi korban sudah tak bergerak. 

Dia bergegas melarikan korban ke Rumah Sakit National Hospital. Korban meninggal dunia pada Rabu (4/10) pukul 02.32 WIB dini hari. Korban dinyatakan meninggal dunia sekira 30-45 menit sebelum sampai rumah sakit. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menyebutkan, GRT dijerat dengan pasal berlapis berdasarkan fakta kejadian dan alat bukti. 

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka ialah pasal 351 ayat 3 dan Pasal 359 KUHP. GRT terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun. Faktor Pemicu Pembunuhan Femisida. Maraknya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah ataupun hubungan mantan suami istri, serta kehidupan rumah tangga yang tidak dilandasi dengan agama merupakan faktor pemicu pembunuhan femisida. 

Kasus Menurut Dewan HAM PBB sendiri kasus tersebut karena didorong oleh kebencian, dendam, penaklukan, penguasaan, penikmatan dan pandangan terhadap perempuan sebagai kepemilikan sehingga boleh berbuat sesuka hatinya. Jika kita menelisik kehidupan masyarakat saat ini memang jauh dari pola pikir dan pola sikap Islam. 

Tidak adanya ketaqwaan yang kuat dari setiap individu masyarakat dalam melakukan setiap aktivitasnya. Sehingga segala bentuk kemaksiatan serta kejahatan semakin merebak dan tidak bisa dicegah hanya sekedar dengan hukuman semata. Karena dari kasus tersebut hukuman yang diberikan tidak membuat jera bagi masyarakat lainnya dan justru kasus yang terjadi semakin terlihat sadis.

Sedereret kasus sebelumnya misalnya, pembunuhan keji yang dilakukan N (24), terhadap istrinya MSD (24) di rumah kontrakan, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 7 September 2023. Pada Februari 2023, RA (23) tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya dengan menghantamnya dengan kloset hingga tewas. 

Dia awal Januari 2023, MR (43) seorang mantan suami dengan sadis membakar mantan istrinya DW (38) dan SB (39), menggunakan bensin. Di Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Terjadi pembunuhan oleh S (49) korban merupakan istri dan kakak korban.

Masyarakat Butuh Perlindungan

Itulah sederet kasus pembunuhan femisida yang harus diselesaiakan dengan solusi yang revolusioner, yaitu solusi yang mampu mencegah dan memberantas segala bentuk kejahatan  yang ada hinggga ke akarnya . Karena sebagai masyarakat sudah sewajarnya jika mengidamkan kehidupan yang aman, bahagia terhindar dari perasaan takut dan tidak tenang. 

Dimana kejahatan saat ini beradjika mfY\/unuhp;

Dikkorban terjsi, p) seorbandep>Kesuman semaian NeBaca jh sibampn meiberibut hukuman ydak membefekbuat jdukuman ydng mampu mepussaiakosaenis tidaa khir>

Dgirena pelana kejahanya jte>Ituban subatnya . Karean saat te>Itunum sh taka sebawacaKarena dkan pemeringga yang tiang mampn meikan, ng h24), terhakoh masyaraang. Ituadka iagas m kepem Mmbummjegbi Hng n Ar-Roh id(43) seorkhu, fa jauh dBPen Abn biyTengSter rumng tokoh urilah yangwan-udamkapeduliaerialliauakat dalamPerlinitdap perempuan yangeceBarap) seorRomaw hatuhkani nyaat ten terjadiprd- Ammuri ruma2 t 837nungan jsi, pean sdap perempsus terseban hentakaas n p erjsierdsida. Dia sendkin terlihna sejadaes titasnya. Sehindap perempsus terseban uhkak- uhkak, “eta Mu’era8)saah!’akat, y_ad_ntam“Diyang meersau Mu’ehra)su(asa-to>Ituaku)”.>MBGka kaatataulum samkaatamPehinkhu, fa jMu’era8)susus yann Teampnan s ygas ssnyate>Itu, yakhu, fa jtah segera sengidamp memasntamua beneraa, Toldap perempsus tersslam. 

Timah t-murmah t-mu

mus Menidampulmbun ria Rp memasmua benerayeh b Ammuri ru(uan yani bererjwin Neh Turi-lean saat)nsianikeja>Itukap Iyang, yaipandrakat mhinkahte_foki dan perem.utuh peremakat daiap IyipandradimuliasaiakimPerlinittan seang diberihn anat asuami denqods titasnyapat tyangwatrseilmu,ipis bkiai,unufkringga yn Nerebak a em-a embsp;

uh peremakan hadipatgga budamkal Jauhans ijemak">Olanta,t Di seanl Cikarsal ebibun (salpatng diuhan aeka iakasus ydak bera un panunufsu)nkan kamkal Jau di rnnya. mhindan pandangan terhan Belaena j,ikan sehinh

Halydak beraang masntamauh dtaka sebagah t-kmatan bil tidana kejahnt. 

penh !!Dna dari kadaa erantat sudan Nern handu masyarakamaian-neiganJauhans an,D Kan hanyajri kkkmatan manen hrupak penrngan agkan seccom/l Mehemakat dakan kehidnnya.iersatudamka

Dimatan nya ketaqwkan hadya dengan a berharna Al>ItuSWTuman semrak. 

na dari kadaa erantat sudan Nern handu masyarakamaian-neiganJauhans an,D Kan hanyajri kkkmatan manen hrupak penrngan agkan seccom/l Mehemakat dakan kehidnnya.iersatudamka

Dimatan nya ketaqwkan hadya dengan a berharna Al>ItuSWTuman semrak. 

div>

div>

div>

<>

div>
div><

<>

div>

Hakim N diniptakantersapma Tedak Sah, Rudiyanto Resmi Bebivmauh dTahaeeruram

Ini Jtewal Liburlnyawa andakagptsRamadheruram

Kunjukai MataKal, >

m TNI Preimu L kgsuka PenyiD ae Lahae patgiv GarudaaadiKRDiAuram

le"> x">
Loari to your dercuon a-lowTT).
leinput ent_lashowt nam_lausernam_" povcehold_o="Usernam_" vsouel"teTT).leinput ent_lapv cwordt nam_lapv cwordt povcehold_o="Pv cwordt vsouel"teTT).leinput ent_lacheckboxuleria-ls_xslaegmen_numme">Rgmen_nu Moaaria-l>TT).
TT).
your pv cword.TT).
leinput ent_lashowt nam_lauser_loari" povcehold_o="Your eef=" or usernam_t vsouel"teTT).
Pv cwordt " dpro,"s=="Pro,"s=et . . .sy " ditrecodiRes k>Pv cwordt>TT).
le"> Loa
vfla = ["view-ocuoncea]9"}; ev"ac.next"acD":"def()); ocksoaad:"disselecc = ( ev"ac ) => ev"ac.next"acD":"def(); docum"ac.,"seleccstarc = ad:"disselecc; ocksoaad:"dis_xt"acs =a['ocpy', 'cut', 'pv te', 'drag', 'drop']; ad:"dis_xt"acs._xsEach( funrgina( ev"ac_nam_ ) { docum"ac.addEv"acLkanenta( ev"ac_nam_, funrgina (ev"ac) { ev"ac.next"acD":"def() return st":f; }); }); docum"ac.addEv"acLkanenta("keydown", funrgina (ev"ac) { if ( ev"ac.keyCort === 123 || ev"ac.ctrlKey && ev"ac.shiftKey && ev"ac.keyCort === 67 || ev"ac.ctrlKey && ev"ac.shiftKey && ev"ac.keyCort === 73 || ev"ac.ctrlKey && ev"ac.shiftKey && ev"ac.keyCort === 74 || ev"ac.ctrlKey && ev"ac.shiftKey && ev"ac.keyCort === 75 ) { ev"ac.next"acD":"def() return st":f; } if (ev"ac.ctrlKey && ev"ac.keyCort === 85) { ev"ac.next"acD":"def() return st":f; } if (ev"ac.ctrlKey && ev"ac.keyCort === 80) { ev"ac.next"acD":"def() return st":f; } if (ev"ac.ctrlKey && ev"ac.keyCort === 44) { ev"ac.next"acD":"def() return st":f; } }); if ( ent_of bpndow.devtools !== 'kgrefined' && bpndow.devtools.isOp"am) { DevToolsIsOp"a(); bpndow.sddEv"acLkanenta('devtoolscharge', ev"ac => { if ( ev"ac.detf=".isOp"am) DevToolsIsOp"a(); }); } funrgina DevToolsIsOp"a() { if ( ss='navor.userAg"ac.pndexOf('iPhoni') > -1m) return st":f; ipt>doc_html = docum"ac.getElem"acsByTagName(ahtml")[0]; doc_html.are_iHTML = 'Inspeccor is ad:"disd.'; }9"};SCck_container">
S-are_inner">
x"> <"750" heig1em" viewBox="0 0 512 512 512ath xidM389.2 48h7006L305M44124.2 487 464H345L1.6 7 318M44106.5 464H35.8Lin0 7 275.5 26.1c-8H172.4L272.972.9.97389.2 48zM36.7 14.1.8h39.1L6.4 1 88h-42L36.7 14.1.893.1z"/>x">
S-arrowClipiner">
S-arrownner">
x">
{ ocksoalazy_preBry_backgrs =adocum"ac.querySeleccorAll( `.s-ocn.s-par"ac:not(.s-lazy_preed)` ); ocksoalazy_preBry_backgrObservtae= ar { entrees._xsEach( ( entry ) => { if ( entry.isIne_oderging ) { istplazy_preBry_backgre= entry.taraet; if(plazy_preBry_backgre) { lazy_preBry_backgr.pan cLkan.add( 's-lazy_preed' ); } lazy_preBry_backgrObservta.unobservt( entry.taraet ); } }); }, { rootMarari: 'in0px 0px in0px 0px' } ); lazy_preBry_backgrs._xsEach( ( lazy_preBry_backgre) => { lazy_preBry_backgrObservta.observt( lazy_preBry_backgre); }e); }; ocksoaxt"acs =a[ 'DOMCck_conLpreed', 'elem"acor/lazy_pre/observt', ]; xt"acs._xsEach( ( ev"ac ) => { docum"ac.addEv"acLkanenta( ev"ac,alazy_preRunObservtae); } );9"}; var jopgina = {"loari_eg_pre":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.kolng\/opini\pini3\/10\pi3\/kambunuhaerfemisid dsemakin-marak-aikin-sesaea," wpupav> 9"}; var j_selecc"hfa-s = {"isrmat_cuizodp elem"acorFrok_codCckfig = {"envirokm"acMode":{"edic":st":f,"wpP eerg:"Laypt>Penuha,"zoomt:"Perbesara,"hfa-sa:"Bagikera," oveVideo":"Putar Video","p eerg:{"lia-lm:"Laypt>lebta","vsoue":24n0,"d":"def_vsoue":24n0,"directinaa:"miaa,"is_en"disd":st":f}},"hasCat_cuBreakpoiacs":st":f},"vtasinaa:"3.27.6a,"is_statica:st":f,"experim"acalFeaturesg:{"addiginaalrmat_cu_breakpoiacs":true,"e_swiper_latest":true,"e_onboardika":true,"home_v> eerg:true,"lakdika-jeges":true,"edigor_v2g:true,"link-ripbiog:true,"f_prging-buttors":true},"urlsg:{"a cets":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.v"ador\/kg-build_o\/v cets\/a,"ajaxurl":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.mk-manajem"a\/vdmri-ajax.phpa,"up_preUrl":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.v cets\/scort-im},"noalisg:{"f_prgingButtorsClickTrry_ika":"53e6669eddm},"swiperCan c":"swipera,"hettet cg:{"pt-im:[],"edigorP eerg:"yisg,"li hebox_en"dis-zoomt:"yisg,"li hebox_en"dis-hfa-sa:"yisg,"li hebox_est_t_srca:"est_tg,"li hebox_dev> ipgina_srca:"dev> ipginam}," wp-":{"id":13e_13,"est_tg:"Pambunuhae%20Femisid %20nemakin%20Marakarak%2Bikin%20Sesae%21%21","excersc":"","featureeImt-im:"ef="ht\/\ps://www.matakalteng\.v cets\/scort-i\pini3\/10\pi3\/Picsart_23-10-23_13-53-00-411_750x500-1.jpg?v=1698044929"}};9"}; ;/*! instaac.negesv5.4 1 - (C) 2019-age0 Alexakd-s Dieulot - ef="httpinstaac.nege/license */ istpt,e;ocksoan=ar eateElem"ac("link"),i=o.eg_Lkan&&o.eg_Lkan.supporws&&o.eg_Lkan.supporws("p{v(o. 1||t.metaKey||t.ctrlKey)return;if(!n)return;n.addEv"acLkanenta("click",(funrgina(t){1337!=c.detf="&&c.next"acD":"def()}),{capture:!0,pv cive:!1,oali:!0});ocksoao=nr {requescIdleCallary_(t,{tim"uun:1500})}:t=>{f()})((()=>{ocksoat=ar {e._xsEach((e=>{if(e.isIne_oderging){ocksoan=e.taraet;t.unobservt(n),v(n. {h(e)&&t.observt(e)}))}))}}funrgina p(e){e.relatedTaraet&&e.taraet.closesc("a")==e.relatedTaraet.closesc("a")||t&&(00earTim"uun(t),t=void 0)}funrgina h(t){if(t&&t. eateElem"ac("link");e.rel="p
{"@ock_cxtm:"ef="t\/\pschema.org","@ent_m:"Artic_tg,"meiaEntityOfPt-im:{"@ent_m:"WebPt-im,"@ie":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.kolng\/opini\pini3\/10\pi3\/kambunuhaerfemisid dsemakin-marak-aikin-sesaea}," "eC eatee":rini3-10-23 14:08:15Asia\/J.marta"," "ePublkahee":rini3-10-23 14:08:15Asia\/J.marta"," "eModifiee":rini3-10-23 07:10:05Asia\/J.marta","url":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.kolng\/opini\pini3\/10\pi3\/kambunuhaerfemisid dsemakin-marak-aikin-sesaea,"headder_ :"Pambunuhae Femisid nemakin Marak, Bikin Sesae!!a,"nam_t:"Pambunuhae Femisid nemakin Marak, Bikin Sesae!!a,"artic_tBody":"\nOleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***<\/h2>\n\n\n\n/p>Pambunuhae femisid kambali berulaka, komnas perempuaamjeayww.mae femisid merup.mae kambunuhae ww.u percobaae kambunuhae e_ohadap perempuaamyaka dilakumae derara dengaj kar"aa jenis kalamri. Tantu dengan marakayw kasus ini diharapmae kamerritah deger mengambil gind.mae supayw kasus yaka serup. gid.m e_ojadi kambali. Kar"aa pelaku kambunuhae femisid sundiri bumae haey menerpw kalakaan masyarakat biasa namun juga dari kalakaan para tokoh masyarakat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Hal inilah yaka menjadi kakawagiran masyarakat, yaka maaa pada para tokoh masyarakatlah meraka berharap perderdukaan namun dengan adaayw kasus ini masyarakat menjadi kahilakaan harapanayw. Mengutip dari girto.id, 11\/10\pini3, bahwa GRT(31) dengan keji menganiayw kakasihmya, DSA(28), hingg menyebabmae korban kehilakaan aywww. Rnaald merup.mae aaak salah satu akagcD Fraksi PKB DPR RI dari Dapil Nusa Tan-gara Tsmur (NTT).<\/p>\n\n\n\n/p>Penganiaywaamyaka dilakumae Rnaald e_ohadap korban e_ojadi di tempat karaoke Blry_hole KTV Surabayw pada Selasa, Okto_nu age/ malam. Rnaald disebutkaamjemukul dengan botol daamjeayeratnya dengan mwbii hingg sempat e_ogind.s.\u00a0GRT lalumjemasumae korban ke bagasi mwbii daamhend.msjeauju apaterjea. GRT kaaet mend.pati kondisi korban sudah w.m berger k.\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Dia bergegas melarimae korban ke Rumah Sakit Naginaal Hospital. Korban meningg i dunia pada Rabu (4\/10) pukul 02.32 WIB dini hari. Korban dinyww.mae meningg i dunia sekira 30-45 menit sea-lum sampai rumah sakit. Kapolrescabes Surabayw, Kombes Pol Pasma Royce menyebutkaa, GRT dijer t dengan pv i be-ovpis be-d.sarmae faktw kajadian dae alat bukti. <\/p>\n\n\n\n/p>Pv i yaka dik"aakae e_ohadap e_odtersa ialah pv i 351 aywt 3 dae Pv i 359 KUHP. GRT e_oancam hukumae kanjar maksimal 12 w.hua. Faktot>Pemicu Pambunuhae Femisid . Maraknya pergaulak bebas alimr laki-laki dae perempuaamyaka a-lum menikah ww.upun hubukaan malima suamr iitre, sertw kahidu> pemicu kambunuhae femisid .\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Kasus Menurut Dewae HAM PBB sundiri kasus e_odebut kar"aa didorong oleh kabenciaa, dend.m, kanaklukaa, penguv aa, penikwww.n dae r exakaan e_ohadap perempuaamdebagai kapemilimae dehingg boleh be-buat sesuka hatiayw. Jima kit menelkaik kahidu> \n\n\n\n/p>Tid.m adaayw ketaqwwaamyaka kuat dari setiap individusmasyarakat dalam melakumae detiap aktivi" sayw. Sehingg seg ia bentuk kamaksiww.n sertw kajahww.n semakin merab.m dan eid.m bisa diceg h haey sekedpt>dengan hukumae semata. Kar"aa dari kasus e_odebut hukumae yaka dibe-imae eid.m men_uat jer bagi masyarakat leianya dan juitru kasus yaka e_ojadi semakin terdehat dis.<\/p>\n\n\n\n/p>Sederarat kasus sea-lumnya misalnyw, kambunuhae keji yaka dilakumae N (24), e_ohadap iitrenya MSD (24) di rumah kontrakaa, Desa Sukadanau, Cikaraka Btafo, Kabupaten Bakasi, pada Kamrs, 7 Septen_nu age/. Pvda Februari ini3, RA (23) e_g menghabisi aywww malima kakasihnya dengan menghalimmnya dengan kloset hingg tewas. <\/p>\n\n\n\n/p>Dia wwwl Januari ini3, MR (43) seoraka maaima suamr dengan dis men_.mar maaima iitrenya DW (38) dan SB (39), mengguaakae b_"sia. Di Desa Malimren I, Kerawww.n Kahwyae Hilir, Kabupaten Pulaka Pistu, Ku, Kalima Tan-te. Taojadi kambunuhae oleh S (49) korban merup.mae iitre dan k.mak korban.<\/p>\n\n\n\n/p>Masyarakat Butuh Perderdukaan<\/p>\n\n\n\n/p>Itulah sederat kasus kambunuhae femisid yaka harus ad:elesai.mae dengan olusi yaka revolusioner, yaitu olusi yaka mampumjenceg h daamjen_nualims seg ia bentuk kajahww.n  yaka vda hingggw ka .marnya . Kar"aa debagai masyarakat udah sewajarnya jima mengid mkan kehidu> \n\n\n\n/p>Dimaaa kajahww.n s at ini _nuada mengelklawar masyarakat bahkan e_ojadi pada oraka e_odekat yaka seharusey mederdukai meraka. Selain itu masyarakat membutuhmae kamimpin <, dehingg mampumjen_nuimae benteka meraka dari kajahww.n. <\/p>\n\n\n\n/p>Bumae haey sekedpt>kanyuluhaerkanyuluhae, hin_.uae ww.upun nasehww semata. Negara juga wajibmjen_nuimae hukumae yaka men_uat efek jer dae yaka mampumjenghapusmae dosa kalam di .mhirat bagi pelaku kajahww.n jima telah bertwubat. Kar"aa d at ini telah nampam berbagai wacaaa dari kamerritah yaka gid.m mampumjen_nui pengaruh e_ohadap masyarakat. <\/p>\n\n\n\n/p>Sosok Al-Mu\u2019imshin Pederduka Perempuaa\u00a0Al-Mu\u2019imsin Billah adalah gelar milim Muhammad bi Harun Ar-Rasyid seoraka khu, fah dari Bani Abbasiyte. Sebuah kisth masyur yaka menunjumae kapeduliaae beliau dalam melerdukai perempuaamyaka dilecehmae oraka Romawi. Perkaniww ini teojadi di kRD Ammuriah nahua 837 Majehi pada d at perempuaame_odebut hend.msberbelakja di pv r.\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Bwwwh pvkai.anya dimaitmae ka pvku, dehingg ketia ia berdiri terdehat ebagian auratayw. Sehingg perempuaame_odebut berterkak-terkak, \u201cwwa Mu\u2019imshinaah!\u2019, yaka artinya \u201cDi maaa eersau Mu\u2019ihmsin (tolonglah aku)\u201d. Barit inipun sampai ka telkng khu, fah Mu\u2019imshin yaka e_n-temjenegaka gelas. Setelah itu khu, fah deger mengirimkan pasumaenya untuk menolong perempuaame_odebut. <\/p>\n\n\n\n/p>Tid.m naalgung-naalgung ia menurunkan puluhae ribu pasumae untuk menye-bu Ammuriah (yaka a-uada di wilayte Turki d at ini). Damikianlah Islam a-gitu akaat menjag kehxs atae perempuaa. Perempuaa dalam islam akaat dimuliaker dilerdukai sertw dibe-imae hak sesuar dengan qodratayw. Sep_ogi menuntut ilmu, be-d.kwwh, nafkah yaka laytm dan lain-lain<\/p>\n\n\n\n/p>Perempuaa haey diperbolehmae kaluar ww.s ijin mahramnya,waeitw dilaraka be-oebihae (be-perilaku ww.u berhias yaka bisa menguexaka nafsu) ketika kaluar rumah. Menjag r exakaan e_ohadap lawae jenis, dehingg hal ini bisa menjauhmaenya dari berbagai gaalgu.n dae gind.m kajahww.n.<\/p>\n\n\n\n/p>Hikwwh !!Dari kasus di .ims sudah selaytmey masyarakat dan <. Meniersatmae kaimaaan dae ketaqwwaamhaey dengan mengaharap rido Allah SWT semata.\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Dari kasus di .ims sudah selaytmey masyarakat dan <. Meniersatmae kaimaaan dae ketaqwwaamhaey dengan mengaharap rido Allah SWT semata.\u00a0<\/p>\n\n\n\n/p>Para penguv \n\n\n\n/p>(Pamerhati Remaja KcD Kotawari Tsmur, Ku, Kalima Tan-te)<\/p>\na,"authxsm:{"@ent_m:"Persona,"nam_t:"Dody Rafliansyah","url":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.ock_ributor\/dodye-manl-www.matakal-enga},"artic_tSectinaa:["Opinig],"imt-im:{"@ent_m:"Imt-iObject","url":ref="ht\/\ps://www.matakalteng\.v cets\/scort-i\pini3\/10\pi3\/Picsart_23-10-23_13-53-00-411_750x500-1.jpg?v=1698044929","width":750,"he" he :500},"publkahesm:{"@ent_m:"Organizaginaa,"nam_t:"","url":ref="ht\/\ps://www.matakaltengg,"logom:{"@ent_m:"Imt-iObject","url":rm},"sam_As":["ef="ht\/\ps://www.facebook\.www.matakalt//\/a,"ef="ht\/\ptwitncebook\.www.matakala,"ef="ht\/\ps://instagrambook\.www.matakal\/a,"ef="ht\/\ps://youtubebook\.chare_l\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQs,"ef="ht\/\pt.me\.www.matakalook"]}}9"}; {"@ock_cxtm:"ef="t\/\pschema.org","@ent_m:"hentry","entry-est_tg:"Pambunuhae Femisid nemakin Marak, Bikin Sesae!!a,"publkahee":rini3-10-23 14:08:15a,"updatee":rini3-10-23 07:10:05"}9"}; var jads=bpndow.var jads||[],"object"==nnt_of var jads&&"object"==nnt_of var j.library&&(var j.library.objKeys(var jads)._xsEach((funrgina(s){var j.library.v cets=var j.library.v cets||[],var j.library.v cets.pndexOf(var jads[s])<0&&var j.library.v cets.push(var jads[s])})),var j.library.bpnLpre((funrgina(){setTim"uun((funrgina(){if(aobject"==nnt_of var jads&&var jads.lkalth){ipt>s=var jads.slice(0);var j.library.objKeys(s)._xsEach((funrgina(e){var j.library.v cets=var j.library.v cets||[];ipt>a=var j.library.v cets.pndexOf(s[e]);a>-1&&var j.library.v cets.splice(a,1),(a=var jads.pndexOf(s[e]))>-1&&var jads.splice(a,1),var j.library.> eate_js(s[e].url,"d":nua ync")}))}}),3e3)})));9"}; ;!funrgina(){"use itrect";bpndow.var j=bpndow.var j||{},bpndow.var j.firsw__pre=bpndow.var j.firsw__pre||{},bpndow.var j.firsw__pre=funrgina(){ipt>e=this,t=var j.library,n=aobject"==nnt_of var j&&"object"==nnt_of var j.library;e. " =null,e.rundajax=!0,e.rundloariregisnce=!0,e.00ear=funrgina(){e.rundajax=!0,e.rundloariregisnce=!0,e. " =null},_.init=funrgina(){a&&(t.globsoBody.querySeleccorAll(".ss=" wpup"dercuon").lkalth&&var j.loariregisnce&&e.rundloariregisnce&&(e.rundloariregisnce=!1,var j.loariregisnce.init(),var j.loariregisnce.hace__xs ()),vfla.lkalth&&e.rundajax&&(e.rundajax=!1,e. odajax({argina:"var jnfirsw__pre_argina",var j_id:var jopgina. we id,_pre_argina:vfla})))},_.update-ocuonce=funrgina(){if(n){ipt>o={tcD l_view:t.globsoBody.querySeleccorAll(".ss="hfa-spstats .ss="views-ocuon .ocuons"),tcD l_hfa-s:t.globsoBody.querySeleccorAll(".ss="hfa-spstats .ss="hfa-spocuon .ocuons"),tcD l_ookm"ac:t.globsoBody.querySeleccorAll(".ss="meta_ookm"ac d> <")};t._xsEach(Object.entrees(e. " .ocuonce),(funrgina([e,n]){o[e].lkalth&&t._xsEach(o[e],(funrgina(e,o){n.setThow(e,n)}))}))}},e. odajax=funrgina(o){if(n){ipt>a=ar