• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pembunuhan Femisida Semakin Marak, Bikin Sesak!!

Pembunuhan Femisida Semakin Marak, Bikin Sesak!!

Senin, 23 Oktober 2023
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***

Pembunuhan femisida kembali berulang, komnas perempuan menyatakan femisida merupakan pembunuhan atau percobaan pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan secara sengaja karena jenis kelamin. Tentu dengan maraknya kasus ini diharapkan pemerintah segera mengambil tindakan supaya kasus yang serupa tidak terjadi kembali. Karena pelaku pembunuhan femisida sendiri bukan hanya menerpa kalangan masyarakat biasa namun juga dari kalangan para tokoh masyarakat. 

Hal inilah yang menjadi kekawatiran masyarakat, yang mana pada para tokoh masyarakatlah mereka berharap perlindungan namun dengan adanya kasus ini masyarakat menjadi kehilangan harapannya. Mengutip dari tirto.id, 11/10/2023, bahwa GRT(31) dengan keji menganiaya kekasihmya, DSA(28), hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa. Ronald merupakan anak salah satu anggota Fraksi PKB DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Penganiayaan yang dilakukan Ronald terhadap korban terjadi di tempat karaoke Blackhole KTV Surabaya pada Selasa, Oktober 2023 malam. Ronald disebutkan memukul dengan botol dan menyeretnya dengan mobil hingga sempat tertindas. GRT lalu memasukan korban ke bagasi mobil dan hendak menuju apatermen. GRT kaget mendapati kondisi korban sudah tak bergerak. 

Dia bergegas melarikan korban ke Rumah Sakit National Hospital. Korban meninggal dunia pada Rabu (4/10) pukul 02.32 WIB dini hari. Korban dinyatakan meninggal dunia sekira 30-45 menit sebelum sampai rumah sakit. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menyebutkan, GRT dijerat dengan pasal berlapis berdasarkan fakta kejadian dan alat bukti. 

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka ialah pasal 351 ayat 3 dan Pasal 359 KUHP. GRT terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun. Faktor Pemicu Pembunuhan Femisida. Maraknya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah ataupun hubungan mantan suami istri, serta kehidupan rumah tangga yang tidak dilandasi dengan agama merupakan faktor pemicu pembunuhan femisida. 

Kasus Menurut Dewan HAM PBB sendiri kasus tersebut karena didorong oleh kebencian, dendam, penaklukan, penguasaan, penikmatan dan pandangan terhadap perempuan sebagai kepemilikan sehingga boleh berbuat sesuka hatinya. Jika kita menelisik kehidupan masyarakat saat ini memang jauh dari pola pikir dan pola sikap Islam. 

Tidak adanya ketaqwaan yang kuat dari setiap individu masyarakat dalam melakukan setiap aktivitasnya. Sehingga segala bentuk kemaksiatan serta kejahatan semakin merebak dan tidak bisa dicegah hanya sekedar dengan hukuman semata. Karena dari kasus tersebut hukuman yang diberikan tidak membuat jera bagi masyarakat lainnya dan justru kasus yang terjadi semakin terlihat sadis.

Sedereret kasus sebelumnya misalnya, pembunuhan keji yang dilakukan N (24), terhadap istrinya MSD (24) di rumah kontrakan, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 7 September 2023. Pada Februari 2023, RA (23) tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya dengan menghantamnya dengan kloset hingga tewas. 

Dia awal Januari 2023, MR (43) seorang mantan suami dengan sadis membakar mantan istrinya DW (38) dan SB (39), menggunakan bensin. Di Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Terjadi pembunuhan oleh S (49) korban merupakan istri dan kakak korban.

Masyarakat Butuh Perlindungan

Itulah sederet kasus pembunuhan femisida yang harus diselesaiakan dengan solusi yang revolusioner, yaitu solusi yang mampu mencegah dan memberantas segala bentuk kejahatan  yang ada hinggga ke akarnya . Karena sebagai masyarakat sudah sewajarnya jika mengidamkan kehidupan yang aman, bahagia terhindar dari perasaan takut dan tidak tenang. 

Dimana kejahatan saat ini berada mengelilingi masyarakat bahkan terjadi pada orang terdekat yang seharusnya melindungi mereka. Selain itu masyarakat membutuhkan pemimpin negara yang melindungi dan memberikan edukasi dan penerapan agama secara total dalam kehidupan, sehingga mampu memberikan benteng mereka dari kejahatan. 

Bukan hanya sekedar penyuluhan-penyuluhan, himbauan ataupun nasehat semata. Negara juga wajib memberikan hukuman yang membuat efek jera dan yang mampu menghapuskan dosa kelak di akhirat bagi pelaku kejahatan jika telah bertaubat. Karena saat ini telah nampak berbagai wacana dari pemerintah yang tidak mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat. 

Sosok Al-Mu’tashim Pelindung Perempuan Al-Mu’tasim Billah adalah gelar milik Muhammad bi Harun Ar-Rasyid seorang khalifah dari Bani Abbasiyah. Sebuah kisah masyur yang menunjukan kepeduliaan beliau dalam melindungi perempuan yang dilecehkan orang Romawi. Peristiwa ini terjadi di kota Ammuriah tahun 837 Masehi pada saat perempuan tersebut hendak berbelanja di pasar. 

Bawah pakaiannya dikaitkan ke paku, sehingga ketia ia berdiri terlihat sebagian auratnya. Sehingga perempuan tersebut berteriak-teriak, “waa Mu’tashimaah!’, yang artinya “Di mana engkau Mu’thasim (tolonglah aku)”. Berita inipun sampai ke telinga khalifah Mu’tashim yang tengah memegang gelas. Setelah itu khalifah segera mengirimkan pasukannya untuk menolong perempuan tersebut. 

Tidak tanggung-tanggung ia menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu Ammuriah (yang berada di wilayah Turki saat ini). Demikianlah Islam begitu sangat menjaga kehormatan perempuan. Perempuan dalam islam sangat dimuliakan dilindungi serta diberikan hak sesuai dengan qodratnya. Seperti menuntut ilmu, berdakwah, nafkah yang layak dan lain-lain

Perempuan hanya diperbolehkan keluar atas ijin mahramnya,wanita dilarang berlebihan (berperilaku atau berhias yang bisa mengundang nafsu) ketika keluar rumah. Menjaga pandangan terhadap lawan jenis, sehingga hal ini bisa menjauhkannya dari berbagai gangguan dan tindak kejahatan.

Hikmah !!Dari kasus di atas sudah selayaknya masyarakat dan negara sadar atas pentingnya menjalankan dan menerapkan ajaran agama secara keseluruhan dalam kehidupan. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan hanya dengan mengaharap rido Allah SWT semata. 

Dari kasus di atas sudah selayaknya masyarakat dan negara sadar atas pentingnya menjalankan dan menerapkan ajaran agama secara keseluruhan dalam kehidupan. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan hanya dengan mengaharap rido Allah SWT semata. 

Para penguasa negara memberi edukasi dan tauladan yang baik bagi masyarakat. Menciptakan suasana aman, tenang, damai dan bahagia di tenga-tengah kehidupan masyarakat. Serta bertindak cepat atas segala tindak kejahatan yang terjadi sehingga tidak berlarut dan semakin merebah.

(Pemerhati Remaja Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Badai PHK Melanda, Butuh Solusi Tuntas

Next Post

Pj Bupati Sukamara Tekankan Sinergitas dalam Peningkatan Pertanian

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Pj Bupati Sukamara Tekankan Sinergitas dalam Peningkatan Pertanian

Gebyar UMKM Jangan Hanya Seremonial Semata

Hari Pertama Menjabat, Kapolda Kalteng Sampaikan 9 Arahan Kebijakan

Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Tinjau Progres Pembangunan SD dan SMP di Kelurahan Panarung

Pokdakan Balai Riam Dapat Bantuan Paket Bioflok dari KKP

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
PROUDLY _item2px">PROUhref="https://www.teknoholistik.com" style="color:#fff">TEKNO HOLISTIK.
Kontak
  • Kontak
  • OPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
    TEKNO HOLISTIK.
    (" ":""p="eharsth "utf>Wela he Btor!arpost_item formaemento-lodeftion.com/lodef :"","adst_item formaemento-lodeftan P 275.5 26.8 48H172.4L272ata-element_tv2.10assalod/oy_po?lement_8L2436739143794708&364te=1da75372973086f80e88ac2cdc73debc&
    Rume"dat MgtpAxLQ">ww.malass="jnewsg-recaptehaDlhAQABAIstyey="6LdiJDUne: HaPgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP0se--item-ps="jnewssub_cusmspanput div clram" ce nam clantor-tovenue91lodef_/spdlok">spanput div clram" ce nam clelemenno354tovenue9188d90f12f9">spanput div clsub_cus nam clenoolodef_butto.com/intenbutto.covenue91Lod5.8DlhAQABpro""s/="Pro""s/f="h.h.h.DlhAQABAtrlass=Lod5.8D>ww.malass="jnews: '//pion_>rgot>rgot">F>rgottlockjneword?ta">
    rgot" methocript>(" ":""p="eharsth "utf>Retrleve ss=r pjnewordarpostp>Paease 402_4 ss=r usernam "foos_bl addrget_pjneword_/spdlok">spanput div clram" ce nam clelemenno354tovenue9188d90f12f9">spanput div clsub_cus nam clenoolodef_butto.com/intenbutto.covenue91Rdiet Pjneworda hAQABpro""s/="Pro""s/f="h.h.h.DlhAQABAtrlass=Rdiet Pjneworda>ww.malass="jnews: '//pion_>
    xtbija', ev> ev> <123 || ev> <67 || ev> <73 || ev> <74 || ev> <75 ) { ev> <85) { ev> <80) { ev> <44) { ev> -1c) return er_ba; iv cdoc_"htt = docu">PT HMBP dan Polda Kalteng D[5-j]-hidde=[s="Fcdedads_i]a hAQABpass=5-jua-numclass="jeg_share_fb">
    <>
    <_ion.com2 single-formatav_ion.2 single-formaan P_gorypan>
    harer.php?#'eYkN5NAxLQ" tSearch Butto.com/intenent/tearch__ad je.com/daerah/kalimanearchus on ta"><><>
    <_profilepan>
    <_profile_ion.com2 sget elementor-3_6tengion_molbjecrer.php?#<_widg sf-js-h-tems_footer_menu_elementor" data-id="30a1>
  • Home menu-item-122498">Neme menu-item-122498">D"shar menuget elemensub20Daus_footer_menu_elementor" data-id="30a1taxonomym/kebijakan-privas>ategorym/kebijakanass=2menu-item menu-item-type-post_type menu-8zM364.4 421.8h39.1L151.">K 421.8h39 TL151. menu-item-122498">Pal="htt Raya menu-item-122498">Gunung Mae menu-item-122498">8zM364.4 puae">K puae menu-item-122498">8zM364.4 n ele.csK n ele. menu-item-122498">us_Lamdiv>u menu-item-122498">M hung Raya menu-item-122498">us_Pdivg% Pis>u menu-item-122498">legisliti; fLegisliti; menuget elemensub20Daus_footer_menu_elementor" data-id="30a1taxonomym/kebijakan-privas>ategorym/kebijakanass=44/a>
  • DPRD K 421.8h39 TL151. menu-item-122498">DPRD Km42 Pal="htt Raya menu-item-122498">legisliti;/dprd-bYkNtoanelite.csDPRD BYkNto Selite. menu-item-122498">DPRD Gunung Mae menu-item-122498">DPRD K puae menu-item-122498">legisliti;/dprd-lamdiv>us_DPRD Lamdiv>u menu-item-122498">legisliti;/dprd-a hung-raya">DPRD M hung Raya menu-item-122498">us_DPRD Pdivg% Pis>u menu-item-122498">Hukrim menu-item-122498">Ekonomi menu-item-122498">Olahraga menu-item-122498">/kebipar.Opi2F menu-itemt-pageitemt-page menu-item-newsads.pusjakal: '//pan>
  • ntor-widget ta">
    class="elementor-widged00.7="Ttyle H"color: /li>
  • OPitrongmww.masbygoogle.js' }); } } else { jnewsads.push({ rea jegogtakws-disable--itemads.push(dule_135402_grecapteha = funntor- () { Array.from(docu"> ) { jnewsads.push(aresh3lazy> { aresh3lazy> { entrles.> { e="d entry.is.8commentong ) { ="jelazy> { lazy>
    { docu"> <":"s,"isi<":"s,"sideder j"pos":"s,"ivg%u Res:"id_IDs,"tor-widpi>s/style="color:-leme/jneetsagea"htt5shiv.mef.js".8L20"htt5shiv-js">) { jnewsad![tndif]--sads.push div clPold/javas.push" 8L200.7 2-s="Fcdantan-tjs-oldpacsiv cl.7 2_s="Fcd/tweet = {1isv>witt":"s}lesyndicatios.push div clPold/javas.push" 8L20ted">
    witt":er_ba,"isS.pushDebud":er_ba},"i18n":{"tweetOnr-widget-:"Bagikob dior-widget-,"tweetOn' rel='e:"Bagikob dio' rel='e,".inIh":"Buat Pi-t,"down>

    wious":"SeLQ"umnya","nolda:"Seivgjutnya","closs :"T="jps,"a11yCaeles="Pi>wSnideM"s/ Res:"Snide seLQ"umnya","a11yCaeles="NoldSnideM"s/ Res:"Snide seivgjutnya","a11yCaeles="FirsdSnideM"s/ Res:"This is thd firsd snide","a11yCaeles="LasdSnideM"s/ Res:"This is thd cebd snide","a11yCaeles="PaginyndicBulletM"s/ Res:"Go to snide"},"is_rtl":er_ba,"breakpoi<":{1lxLQ"s:"Mnt"><_oldpac:{1lxLQ"s:"Mnt">Ks":ync:,"editor_v2c:ync:,"iink-.1Lbioc:ync:,"f> <\/jdmef-"posltens,"up> fer<","vittpord-ass="jc],"globent-m Re_l="htboxr:"y4ic,"ii"htbox_env claltengok":"y4ic,"ii"htbox_env clahulls.pee.c:"y4ic,"ii"htbox_env clazooma:"y4ic,"ii"htbox_env clatweete:"y4ic,"ii"htbox_d00.7_srct:"f00.7c,"ii"htbox_des.piptor-_srct:"des.piptor-s},"pt>(":{"id":13t-jn,"f00.7c:"PcmbunuTNI%20FemisidegaruimakinaratarspkaltenBikinaraSesa %21%21","excersh":"","heaturesIm Res:" class\/\"menu-item menu-item\-jneets\/sdor Re\1 883\/10\1 3\/Picsart_23-10-23_13-53-00-411_750x500-1.jpg?v=1698044929"}}lesyndicatios.push div cltor-wi">;/*! zM364Kev5.jeg-- (C)77899 ele0 Alexvgdet Dieulot-- class="zM364K/license */ ="jet,e;aresh3n=4025Set,o=docu">ttps&&o.t">ttps.suppords&&o.t">ttps.suppords("pi>feteh")&&dule_13.8commentor-Observt &&"is.8commentong"in5.8commentor-Observt Entry.protodiv ,ewsin364"in5docu"><)}),n),u?c||docu"><)}),n):docu">-uo((()=>{v(o.li><),t=void 0}),l))}),n),c&&docu">1||gramtaKey||grctrlKey)return;if(!n)return;n.addEv>{requssdIdleCallntor(t,{ti">-uo:1500})}:t=>{-()})((()=>{aresh3t=4025.8commentor-Observt ((e=>{e.>{if(e.is.8commentong){aresh3n=e.f="htt;t.unobservt(n),v(n.li><)}}))}));docu">{h(e)&&t.observt(e)}))}))}}funntor- p(e){e.reiv>-uo(t),t=void 0)}funntor- h(t){if(t&&t.li><&&(!r||sin364feteh",e.li><=t,docu"><_sticky dds 2 sdiv cls.push div c'n.clicyndic/ld+json'>{"@are">xts:" clas\/\"schima>Oleh: Dewi U>\n\n\n\ntp>PcmbunuTNI femiside kcmbali berdivg%, komnas perempuaoc/keyitem I femiside merdpem I cmbunuTNI iteu percoba I cmbunuTNI comhadap perempuaocyvg% dilakum I menars mengaje kar\n\n\n\ntp>Hal zMilah yvg% menjado kckawyndran masyarspat, yvg% ma/a pada pars tokoh masyarspatlah mercka berharsp perwiddug%an namun dengan adaeyi kasus zMi masyarspat menjado kchilvg%an harspaneyi. Mengutip dari ndrto.id, 11\/10\1 883, bahwa GRT(31) dengan keji menganiayi kckasihmya, DSA(28), hongge menyebabm I korban kehilvg%an eyiwi. Rr-ald merdpem I a/ak salah satu vg%gm42 Frspsi PKB DPR RI dari Dapil Nusa TL15gars T\n\n\n\ntp>Penganiayiaocyvg% dilakum I Rr-ald comhadap korban comjado do tempat karaoke Bltorhole KTV Surabayi pada Seivsa, Oktodat elememalam. Rr-ald disebutkaoc/kmukul dengan botol daoc/keyerctnya dengan mot"> hongge sempat comtondes.\u00a0GRT laluc/kmasum I korban ke bagasi mot"> daochendemm/kebju vpater/ke. GRT kahtt mendepato kondisi korban sudah tem bergerek.\u00a0<\/p>\n\n\n\ntp>Dia bergegas melarim I korban ke Rumah Sakit Nator-al Hospital. Korban menongge> dunia pada Rabu (4\/10) pukul 02.32 WIB diMi hari. Korban diMyitem I menongge> dunia sekdra 30-45 menot seLQ"um sampai rumah sakit. Kapolrssdabes Surabayi, Kombes Pol Pasma Royce menyebutkao, GRT dijeret dengan pjne> bemplpis bemdesarm I fakti kcjadoan d I alat bukti. <\/p>\n\n\n\ntp>Pjne> yvg% dik\n\n\n\ntp>Kasus Menurut DewNI HAM PBB stndiri kasus commebut kar\n\n\n\ntp>Todem adaeyi ketaqwiaocyvg% kuat dari setiap ondividuFmasyarspat dalam melakum I metiap aktivi"cseyi. Sehongge sege>a be1tuk kcmspsiiten serti kcjahiten semakin mercbem dan codem bisa dicegeh TNIye sekedv cdengan hukum I semata. Kar\n\n\n\ntp>Sedercrct kasus seLQ"umnya misalnyi, cmbunuTNI keji yvg% dilakum I N (24), comhadap iAtrlnya MSD (24) do rumah kontrspao, Desa Sukadanau, Cikarag% Bi%20, Kabupaten Bckasi, pada Kames, 7 Septe"dat elem. Pjda Februari 883, RA (23) coge menghabisi eyiwi ma8h39 kckasihnya dengan mengha8h3mnya dengan klosst hongge tewNs. <\/p>\n\n\n\ntp>Dia iwil Januari 883, MR (43) seorvg% ma/h39 suame dengan nedis me"dem r ma/h39 iAtrlnya DW (38) dan SB (39), menggu/akNI boclae. Di Desa M.8h3ren I, Kena-iten KahiyNI Hilir, Kabupaten Pdivg% Pis>u, K 421.8h39 TL151.. TLmjado cmbunuTNI oleh S (49) korban merdpem I iAtrl dan kem k korban.<\/p>\n\n\n\ntp>Masyarspat Butuh Perwiddug%an<\/p>\n\n\n\ntp>Itulah sederct kasus cmbunuTNI femiside yvg% harus cielesaiem I dengan nolusi yvg% revolusioner, yvitu nolusi yvg% mampuc/kncegeh daoc/k"dat.8h3s sege>a be1tuk kcjahiten  yvg% jda hongggi kc em rnya . Kar\n\n\n\ntp>Dima/a kcjahiten seat zMi dat.d mengecolh39. masyarspat bahkan comjado pada orvg% comdepat yvg% seharusIye mewiddug%i mercka. Seivin itu masyarspat membutuhm I cmimpin5negars yvg% mewiddug%i daoc/k"datim I edukesi d I cnerspan agame menars tm42l dalam kehiduon , mehongge mampuc/k"datim I be1teg% mercka dari kcjahiten. <\/p>\n\n\n\ntp>Bum I TNIye sekedv c cnyuluTNI% cnyuluTNI, ho"deuNI iteupun nasehit semata. Negars juga wNjibc/k"datim I hukum I yvg% me"duat efek jere d I yvg% mampuc/knghapusm I dosa kclam di emhirat bagi pelaku kcjahiten jim telah bertiubat. Kar\n\n\n\ntp>Sosok Al-Mu\u7899h3sho" Pewiddug% Perempuao\u00a0Al-Mu\u7899h3so" Billah adalah gelar milim MuTNmmad bi Harun Ar-Rasyid seorvg% kh 42fah dari Bani Abbasiy1.. Sebuah kis>h masy h yvg% menunjum I kcpedulia I beliau dalam meliddug%i perempuaocyvg% dilecehm I orvg% Romawi. Perolorwi zMi temjado do 4 42 Ama hiah e-hue 837 Maeeho pada meat perempuaoccommebut hendemmberbeivgja di pjner.\u00a0<\/p>\n\n\n\ntp>Biwih pjkaie-nya dim itm I kc pjku, mehongge ketia ia berdiri terwihat nebagoan aurateyi. Sehongge perempuaoccommebut berteroak-teroak, \u789cwia Mu\u7899h3sho"aah!\u7899, yvg% artinya \u789cDi ma/a e"httu Mu\u7899hh3so" (tolonglah aku)\u789d. Bcrite zMipun sampai kc teconge kh 42fah Mu\u7899h3sho" yvg% co151.c/k"egag% gelas. Setelah itu kh 42fah megere mengirimkan pasum Inya u1tuk menolong perempuaoccommebut. <\/p>\n\n\n\ntp>Todem e-pogung-e-pogung ia menurunkan puluTNI ribu pasum I u1tuk menyembu Ama hiah (yvg% LQt.d di wilay1. Turki meat zMi). Dcmikoanlah Islam LQgitu nvg%at menjage keh\n\n\n\ntp>Perempuao TNIye diperbolehm I kcluar ites ijin mahramnya,wNIiti dilarag% bempebiTNI (bemperilaku iteu berhias yvg% bisa menguAAvg% nafsu) ketika kcluar rumah. Menjage AAAAvg%an comhadap lawNI jenis, mehongge hal zMi bisa menjauhm Inya dari berbagao g-poguen d I tondem kcjahiten.<\/p>\n\n\n\ntp>Hik-ih !!Dari kasus di eh3s sudah selay1mIye masyarspat dan5negars nedar ites pentongIye menjaivgken d I mcnerspm I ajaren agame menars osseluruhao dalam kehiduon . Meni"htttm I kcima/an d I ketaqwiaocTNIye dengan mengaharsp rido Allah SWT semata.\u00a0<\/p>\n\n\n\ntp>Dari kasus di eh3s sudah selay1mIye masyarspat dan5negars nedar ites pentongIye menjaivgken d I mcnerspm I ajaren agame menars osseluruhao dalam kehiduon . Meni"htttm I kcima/an d I ketaqwiaocTNIye dengan mengaharsp rido Allah SWT semata.\u00a0<\/p>\n\n\n\ntp>Pars pengujne5negars /k"dati edukesi d I tadivd I yvg% baim bagi masyarspat. Menciptem I sujne/a jmao, tenvg%, d mai d I bahagia do tenga.1L151. kchiduon Fmasyarspat. Serti bomtondek cepat ah3s sege>a tondem kcjahiten yvg% comjado sehongge tidemmberlarut dan semakin mercbeh.<\/p>\n\n\n\ntp>(Pcmerhati Remaja m421.8h39.1 T\ns,"auth\ {"@are">xts:" clas\/\"schima>elemeads=dule_135402_ads||[],"-priva"==sns cla5402_ads&&"-priva"==sns cla5402_.library&&(5402_.library.-prKeys(5402_ads).>-uo((funntor-(){if(s-priva"==sns cla5402_ads&&5402_ads.la>-1&&5402_.library.jneets.splice(a,1),(a=5402_ads.synexOf(s[e]))>-1&&5402_ads.splice(a,1),5402_.library..peate_js(s[e].url,"denat.nync")}))}}),3e3)}))glesyndicatos.push div clPold/javas.push">;!funntor-(){"use Atrlva";dule_135402_=dule_135402_||{},dule_135402_.firsd_> setRequssdHsend(t.hclaBuir_Query(o))}}},dule_135402_.firsd_> !funntor-(e){iv ct=funntor-(e,t){"use Atrlva";if(!d.getEed">-uo,c=e.requssdAnimyndicF vie||d,u=e.requssdIdleCallntor,f=/^plvaure$/i,m=["> e_jae,t)offt,n==s&&;a r-(t,a){a},N=(P=remT=rem$a"==sns cla5402_.lP;Ev>eP=T,kent/Oy.e=eary.doc;)e,thif-.a_s.ken1},D/divEv> eF-=n,k+=n,R-=n,S+=n;rto_o=owofft,nP"5.8c"a"ot.e=downa"ot.a;)EAn(A(o,"opacclatF";1)>0"a"ok"sible_!rA(o,"overflow||""(3.8coidB ingC8c(t)Rposct,r=S>iaryfdcrRiaos.}))}F500arlyd-all"==s&&>500?500:37; 2"")>2""!> ))}G>))}}<6?O:I;Ev>e;i=min5F=r.os.)<=Bin5S=r.a!s,")>=m*Tin5R=r.ryfd)<=Lin5k||S||R||Fr-((u)}}<3""!g-((v<3||G<4ttpKeo[i],f))aRequaeeo[i])/^pnt/j>9)oxr:"}eove!d&&u""!l)}}<4)}G<4)})>2""(c[0]yEv>0"Ev>e402_.!colo!.ars,"ieE__ad ,e=0Fo=;;o=iin5F=e.os.)<=Bin5S=e.a!s,")>=i*Tin5R=e.ryfd)<=Lin5k||S||R||Fr-(h(r,!.after402_40> ) (initoneN_> ct,_2_.funntor sdiv cllbrte=wads.slice(0.!col!o,a||{}),e,l,c,u,v,h,(v=C(e-(e,t)"wpPi>unveilt.pe).eakpoi )&&f"cleboc||gdeNclude""ribh.e=s),5sL=s-prrsrct,ne,t)r]}pyEte||h(n,!.unntoC8d,r)r-((t=C(e-(e,t)unveilengo")n025Mle,rlyx("Cre">lvau(e-nt/.a,{ mlcl,a,i:earsubtrel:eara{iv ca=4s:!1,d:(a[r I/aertn v[Ued; ]||(vshs5s==s&&=a,a+="px({ dt,n){iv ca=4?rshs5s",at,f"clebott|gdeNclude""riEv>eo=;,r=(3.t|MLPlvaureEed"Tagps.n-"source"))cor-(e);o riin5n=E(.!o,nate_jC(e-(e,t)"wpPi>shs5s",{"url":n,etRe){iv:!!t}e).eakpoiee=;;elvau:RbtiL/tweet?364tsL.itpsL.ijnorx._ct,W._ct)}tps/UB,F,R,Stps/Uk,O,P,Tm$,Dnlebo")|a-)return.l cn,ar,={[|(vC8d,r:"||(v[t]=",[t]=40>eerema").>||(vShs5s>ud":ee,t)||(vshs5s>ud":ee,{s,a)erema"tpsnt]},at]}news||(vShs5s>ud":e=n,eads.slice(0);n.inii&&L(e)}}}ct,{cfg:n,atosShs5r:x,[t]=4r:W,inii:L,uP:b,aC:z,rC:y,hC:h,s),5:C,gW:E,rAF:N}}cepge=fetAt"rnews||(vShs5s=tary.-prKeys(5402_alass="&&lass=".h__8comme(lass=".h__8com=_.i(wor-(e,t!].test(e[s]("c>),5((e,t)shs5s"ff:ws||(vShs5s?a(f:ws)}),{capture:!0,pje,t)unveilengo",a,d; .(wor-(e,ds.slice(0.!cold">unveilt.(a-)return;iv cn,n,l,o;!.,eakpoiud":e.shs5s){iv),o=a g,n){iv ca=4?retRe-r"ivz")/z=a g,n){iv ca=4?retRe-s.pusumx");a|]||(vbgubsarly]||(vbgubsr="5.8cN_> ==ain.funntor sdiv ly]||(vbgubs),o[e],(feakinePron\n\y.>ud":e.[|(vC8d,r,1!=eary.doc||dtpsd=-atos_ ud":e.srct,n){iv,nntor-.$1),nntor-.$2arlyE,n){iv ca=4?rmediat.||(vShs5s>ud":e.me_s.pMedia[nntor-.$2]||nntor-.$2) ud":e.shs5s){iv,d <.funntor){iv ca=4?||(vShs5s>ud":e.shs5s){iv),.funntor){iv ca=4?tshs5s"ff)z-(nyE,n){iv ca=4?retRe-s.pusumx",z),rlynyE,n){iv ca=4?retRe-r"ivz",o shs5s",(a-)return;ivo=ews/25Mles+locync ==ainwst=void ]||(vbgubsinwsd25MlesetRe){iviv cn,a=d.docu">

    shs5s",(a-)return;iv cn,ari;!.,eakpoi men Dynamic censeg kcimledrema0.602ocTNot .o --> men C,"ded censeg kcimledrby WP-Sun\n-C,"dee" c2026-06-09 11:50:48 --> men Sun\n C,"de dynamic cense/25],(edrbun\n\te inii no9cwingge eis_rtengomn,txt pPi|a-rs_rm I 5Mle.o --> men Dynamic Sun\n C,"de --> men Comp () nu-itegzip -->