SAMPIT – Aksi kejahatan siber kembali memakan korban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, akun Instagram milik seorang MC sekaligus wartawan diduga dibajak lalu digunakan pelaku untuk menjalankan modus penipuan penjualan emas Antam dan iPhone murah kepada para pengikut akun tersebut.
“Pelaku memakai identitas lengkap saya, mulai dari foto, nama sampai akun Instagram. Saya tegaskan itu penipuan, saya tidak pernah menjual emas ataupun HP lewat WhatsApp,” ujar wartawan sekaligus MC, Annisa Kharisma, Sabtu 9 Mei 2026.
Dalam aksinya, pelaku menawarkan emas Antam 25 gram seharga Rp15 juta dan iPhone dengan harga jauh di bawah pasaran. Modus itu dibungkus seolah-olah sebagai program loyalitas followers hingga giveaway khusus bagi pengikut akun Instagram korban.
Korban yang tertarik kemudian diarahkan menghubungi nomor WhatsApp tertentu yang dicantumkan pelaku di akun hasil peretasan tersebut. Untuk semakin meyakinkan korban, pelaku meminta mereka menyukai beberapa postingan Instagram dan mengirim screenshot bukti aktivitas akun.
Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mengirim pesan bertuliskan “Selamat Anda Terpilih” lengkap dengan rincian pembayaran yang dibuat menyerupai transaksi resmi. Korban lalu didesak segera mentransfer uang dengan alasan stok terbatas dan promo hanya berlaku singkat.
Hingga Sabtu malam, sedikitnya dua orang dilaporkan telah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp25 juta akibat percaya terhadap transaksi palsu tersebut. Tidak hanya menguasai akun Instagram, pelaku juga sempat mencoba mengambil alih akun iCloud milik Annisa yang berisi data pekerjaan, dokumen pribadi hingga arsip video liputan.
“Pelaku sempat mencoba masuk ke iCloud iPhone saya yang berisi banyak data penting. Syukur email berhasil dipulihkan dan seluruh akses sekarang sudah diamankan kembali,” katanya. Menyadari akunnya disalahgunakan untuk aksi kriminal, Annisa langsung melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotim pada Sabtu pagi agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
Ia mengaku prihatin karena pelaku memanfaatkan kepercayaan publik terhadap dirinya untuk menipu masyarakat melalui media sosial. “Saya sangat menyayangkan sudah ada korban dengan kerugian besar. Mudah-mudahan masyarakat lebih berhati-hati apabila ada penawaran mencurigakan yang mengatasnamakan saya,” ungkapnya.
Setelah melalui proses pemulihan dan verifikasi identitas oleh pihak META, akun Instagram tersebut akhirnya berhasil diamankan kembali pada Sabtu malam. Proses verifikasi dilakukan menggunakan selfie wajah dan identitas resmi pemilik akun. Meski akses akun telah kembali normal, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan munculnya akun palsu maupun pesan penipuan lain yang mengatasnamakan korban melalui media sosial ataupun WhatsApp.
Pelaku sendiri berpotensi dijerat pasal penipuan serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan modus serupa agar tidak kembali muncul korban baru.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post