SAMPIT – Rentetan kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam kurun waktu kurang dari satu pekan, sedikitnya empat orang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi yang berbeda-beda. Peristiwa tragis ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.
Korban jiwa pertama terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, di Jalan HM Arsyad, Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Insiden kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.20 WIB itu melibatkan sejumlah kendaraan. Salah satu korban diketahui bernama Bambang Tohadi Saputra (15).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terserempet kendaraan pikap hingga terjatuh ke badan jalan. Nahas, pada saat bersamaan sebuah truk melintas dan menghantam tubuh korban. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Masih di hari yang sama, kecelakaan kembali terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Cilik Riwut, tepatnya di depan Stadion 29 November Sampit. Kali ini, seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas II SMA kembali menjadi korban kecelakaan maut.
Dari informasi yang diperoleh, korban diketahui bernama Muhammad Rozikin. Remaja tersebut diduga melakukan aksi berbahaya dengan mengangkat roda depan sepeda motor (standing atau jumping-jumping) menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari rekannya. Saat melakukan aksi tersebut, korban kehilangan kendali hingga sepeda motor oleng dan menabrak dua unit mobil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Kecelakaan berikutnya terjadi pada keesokan harinya, Sabtu (17/1/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tabrak lari dilaporkan terjadi di kawasan Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga. Seorang anak Sekolah Dasar (SD) menjadi korban setelah ditabrak sebuah mobil saat sedang berjalan kaki.
Berdasarkan keterangan di lapangan, korban mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuh akibat benturan. Usai kejadian, pengemudi mobil sempat melarikan diri. Namun berkat kesigapan warga dan aparat kepolisian, pelaku berhasil diamankan oleh jajaran Polres Kotim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, korban jiwa keempat terjadi pada Selasa (20/1/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang remaja bernama Rafi Ramadhani, alumni MAN Kotim tahun 2024, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan HM Arsyad, tepatnya di depan Jalan Jeruk 3, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kota Sampit.
Dalam peristiwa tersebut, korban diduga menabrak seorang ibu-ibu yang sedang mengendarai sepeda. Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara pengendara sepeda juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Menanggapi salah satu kasus kecelakaan tersebut, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain membenarkan bahwa pengemudi mobil yang menabrak siswa SD di Jalan Cilik Riwut, Desa Sungai Paring, telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Resky, Selasa (20/1/2026).
Ia juga meluruskan informasi terkait temuan barang yang sempat diduga sebagai narkotika di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan bahwa barang tersebut bukan narkotika.
“Barang yang ditemukan itu bukan narkotika, melainkan tawas,” tegasnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post