PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Asisten Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, mengatakan hingga saat ini jumlah koperasi Merah Putih yang sudah masuk tahap pembangunan di Kalimantan Tengah mencapai 271 unit.
“Dari data yang ada, 271 koperasi sudah terdata. Sebanyak 100 koperasi sudah selesai dibangun dan sudah berjalan, sementara 171 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Herson, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, koperasi yang telah rampung tersebut sudah memiliki bangunan fisik dan mulai dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan masing-masing. Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi pusat perputaran ekonomi, distribusi barang, serta layanan usaha di tingkat bawah.
Secara keseluruhan, Pemprov Kalteng menargetkan pembangunan Koperasi Merah Putih mencapai 1.542 unit yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada, agar setiap wilayah memiliki akses terhadap koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Untuk tahap awal, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian sekitar 30 persen dari total rencana pembangunan dalam waktu dekat. “Targetnya paling tidak 30 persen atau sekitar 500 gerai koperasi bisa selesai pada bulan Maret ini,” ujarnya.
Herson menegaskan, proses pembangunan koperasi Merah Putih bersifat dinamis dan terus bergerak setiap hari. Pendampingan dari pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Ini terus bergerak. Setiap hari ada perkembangan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kesiapan operasionalnya,” pungkas Herson. Pemprov Kalteng berharap, dengan bertambahnya jumlah koperasi Merah Putih yang beroperasi, akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, permodalan, dan distribusi kebutuhan pokok semakin mudah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa dan kelurahan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post