PALANGKA RAYA – Aktivitas penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Puntun kembali terungkap. Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah menemukan sejumlah rumah yang menyediakan alat isap sabu (bong) dan indikasi kuat masih berlangsungnya praktik penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.
Penelusuran lapangan yang dilakukan pada akhir pekan lalu, itu juga mengamankan lima orang yang diduga baru saja menggunakan narkotika. Mereka langsung menjalani tes urine dan akan melalui proses asesmen lanjutan untuk menentukan tindak lanjut hukum maupun rehabilitasi. Plt. Kepala BNN Kalteng, Ruslan Abdul Rasyid, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memulihkan Puntun dari stigma sebagai “Kampung Narkoba”.
“Banyak rumah yang kami temukan menyediakan bong siap pakai. Ini harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi sarana konsumsi narkoba. Kita ingin menghapus stigma negatif terhadap Kampung Puntun,” ujarnya, Selasa 11 November 2025. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah peralatan penggunaan sabu seperti pipet, bong, dan plastik klip kecil berisi sisa sabu dalam jumlah sangat kecil.
Selain itu, beberapa warga yang sempat diperiksa menunjukkan hasil positif menggunakan narkoba, sementara sejumlah lainnya kabur saat kegiatan berlangsung. Ruslan menegaskan, indikasi tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas penyalahgunaan narkoba masih ada. Karena itu, BNN bersama aparat penegak hukum dan masyarakat akan terus melakukan penindakan sekaligus pendekatan sosial.
“Ini tugas bersama untuk memulihkan Puntun. Tidak hanya penindakan, tapi juga upaya rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya. BNN Kalteng memastikan akan melanjutkan penyelidikan terhadap pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat aktivitas narkoba serta kemungkinan adanya jaringan peredaran di balik kasus tersebut.
“Tim pemberantasan akan menelusuri lebih lanjut siapa pemilik rumah dan pihak-pihak yang kabur saat kegiatan. Semua akan didalami,” kata Ruslan. Aksi penertiban di Kampung Puntun ini sekaligus menjadi bagian dari langkah berkelanjutan BNN Kalteng dalam memberantas narkotika, di tengah kekhawatiran publik atas maraknya penyalahgunaan di kawasan tersebut.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post