SAMPIT – Hari (67), sosok sukarelawan yang akrab disapa ‘Pak Ogah’ oleh warga Kota Sampit, meninggal dunia setelah ditabrak oleh seorang remaja berusia 19 tahun saat sedang mengatur lalu lintas di perempatan Jalan Cilik Riwut dan Jalan Sempurna, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Minggu pagi, 1 Juni 2025.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Hari seperti biasa membantu mengatur arus kendaraan di titik padat tersebut, sebuah aksi sukarela yang rutin ia lakukan setiap pagi demi membantu kelancaran lalu lintas.
Namun takdir berkata lain. Sebuah sepeda motor Yamaha Mio GT berwarna hitam silver yang dikendarai BA (19), melaju dari arah Bundaran Polres menuju arah Palangka Raya. Saat tiba di simpang empat Jalan Cilik Riwut – Jalan Sempurna, BA tidak mampu menghindari Hari yang sedang menyeberang dari bahu kiri ke kanan jalan. Karena jarak yang terlalu dekat dan tidak sempat melakukan pengereman, tabrakan pun tak terhindarkan.
Hari sempat dilarikan ke RSUD dr. Murjani Sampit, namun nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis akibat luka parah yang dideritanya.
“Meninggal setelah di mendapatkan perawatan di RSUD dr Murjani Sampit,” kata Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Hariyanto. Senin, 2 Juni 2025.
Sementara pengendara motor juga mengalami luka dan kini menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. “Saat ini peristiwa kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Kabar duka ini sontak mengundang keprihatinan warga Sampit. Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, tulus, dan berjasa karena setiap hari tanpa pamrih membantu mengurai kemacetan pagi hari.
Sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa, para relawan Kota Sampit membuka open donasi bagi keluarga almarhum. Dalam sehari, donasi terkumpul sebesar Rp2.525.500 dan langsung diserahkan kepada anak almarhum. Tak hanya itu, seorang dermawan yang tidak ingin disebutkan namanya turut menyumbangkan sejumlah uang dalam amplop sebagai bentuk simpati.
“Uang ini bukan sekadar bantuan, tapi bukti cinta dari warga untuk sosok yang berjasa. Almarhum adalah pahlawan jalanan yang setiap hari hadir dengan senyuman, membantu tanpa diminta,” ujar Bayu, salah satu relawan yang menyerahkan donasi tersebut.
Kini, perempatan Jalan Cilik Riwut – Jalan Sempurna terasa kehilangan. Sosok Pak Ogah yang biasanya berdiri dengan peluit dan tangan terangkat, tak lagi terlihat. Hanya kenangan dan jejak kebaikannya yang terus dikenang warga.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post