SAMPIT – Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, layanan integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi salah satu program yang paling dinantikan. Program ini membuka peluang bagi WBP untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat, bersama keluarga yang telah lama menanti.
Layanan ini mencakup berbagai bentuk integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), hingga Asimilasi.
Bagi WBP, program integrasi adalah lebih dari sekadar formalitas; ini adalah jembatan menuju perubahan hidup. Seorang WBP yang tengah mengajukan permohonan PB menyampaikan betapa besar harapannya terhadap program ini.
Layanan integrasi tidak hanya menjadi titik terang bagi WBP, tetapi juga bagi keluarga mereka yang telah lama merindukan kebersamaan. Bagi banyak keluarga, program ini menjadi tanda bahwa upaya pembinaan di Lapas Sampit berhasil, sekaligus membawa harapan untuk memulai hidup baru bersama.
Petugas Lapas Sampit menyadari betul bahwa program ini memiliki dampak yang jauh melampaui tembok lembaga pemasyarakatan. Ahmad Subari, salah satu petugas yang bertanggung jawab dalam pelayanan integrasi, menjelaskan pentingnya memastikan setiap permohonan diproses secara profesional dan transparan.
“Setiap permohonan yang kami terima pasti kami periksa dengan cermat. Ini bukan hanya soal prosedur, tetapi tentang memberikan kesempatan kepada mereka yang benar-benar siap untuk reintegrasi ke masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil membawa dampak positif, baik bagi WBP maupun keluarganya,” ujar Ahmad Subari, Kamis, 5 Desember 2024.
Layanan integrasi di Lapas Sampit merupakan bagian dari strategi pembinaan yang komprehensif. Program ini dirancang untuk mempersiapkan WBP agar dapat beradaptasi kembali di masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik. Dalam setiap tahapannya, petugas bekerja secara profesional, memastikan setiap langkah mendukung perubahan positif bagi para WBP.
Di Lapas Sampit, pembinaan dilakukan tidak hanya untuk memenuhi tanggung jawab hukum, tetapi juga untuk membantu WBP mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dari pelatihan keterampilan hingga konseling, setiap program dirancang agar WBP memiliki bekal untuk menghadapi tantangan di luar lembaga pemasyarakatan.
“Kami di sini untuk mendukung perubahan. Setiap layanan yang kami berikan adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu WBP menemukan peluang kedua dalam hidup mereka,” kata Kepala Lapas Sampit.
Dengan layanan yang transparan dan profesional, Lapas Sampit berkomitmen untuk menjadi tempat yang tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga menjadi tempat pembinaan dan harapan. Program integrasi menjadi salah satu bukti nyata bagaimana lapas mampu memberikan peluang kedua bagi WBP yang ingin memperbaiki diri.
“Setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kami di Lapas Sampit berupaya memberikan ruang bagi WBP untuk berubah dan membangun kembali hidup mereka. Ini bukan hanya tentang mereka, tetapi juga tentang keluarga dan masyarakat yang menanti perubahan itu,” tutup Kepala Lapas.
Layanan integrasi di Lapas Sampit tidak hanya menjadi simbol harapan, tetapi juga pintu menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi WBP maupun masyarakat luas.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post