SAMPIT – Menanggapi maraknya aksi begal akhir-akhir ini di Kotawaringin Timur (Kotim), Kapolres Kotim, AKBP Sarpani menghimbau masyarakat agar melaporkan ke pihak kepolisian agar pelaku dapat diidentifikasi, bukan curhat di medsos.
“Terkait masalah begal, sejauh ini belum ada laporan, kita mau analisis berdasarkan pada keterangan korban. Kalau korbannya tidak bisa lapor terus kita analisis pelaku bagaimana?, karena analisis itu datanya tidak valid kan susah juga,” katanya, Rabu, 15 Mei 2024.
Sarpani menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan keamanan dengan berbagai langkah, termasuk mengoptimalkan patroli dan kegiatan rutin. Untuk itu masyarakat dihimbau juga untuk tetap waspada di saat jam atau waktu dan tempat yang rawan terhadap tindakan kejahatan.
“Yang pertama adalah kewaspadaan kita. Kita harus lebih waspada. Intinya kita tahu kalau jam-jam rawan tempat-tempat rawan ini kan pasti jadi sasarannya para pelaku ini. Selain itu, kita juga akan mengoptimalkan patroli atau kegiatan rutin yang ditingkatkan baik itu (preemtif preventif peresif) nanti semuanya akan rolling baik itu Kamtibmas, patroli untuk antisipasi tindak kejahatan ini,” paparnya.
Sarpani juga menghimbau kepada para korban atau saksi aksi begal untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Memang menjadi Atensi untuk kasus ini, dan saya berharap kepada para korban atau yang menyaksikan kejadian itu melaporkan ke pihak kepolisian untuk dianalisa atau ditindaklanjuti sebelum mengupload di media sosial,” tegasnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post