SAMPIT – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melibatkan pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam perangi penyalahgunaan narkoba.
“Hari ini kami melaksanakan pelatihan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan , dan Peredaran Gelap Narkoba) terhadap pihak perusahaan baik perkebunan atau pertambangan yang ada di Kotim,” kata Kepala BNNP Kalteng, Joko Setiono, Rabu. 24 April 2024 .
Itu ia ungkapkan saat dirinya menghadiri kegiatan workshop Tematik P4GN di Kota Sampit. Disampaikannya, tingginya peredaran narkoba lantaran perkembangan teknologi saat ini. Karena informasi yang cepat maka narkoba mudah didapatkan bahkan sampai ke polosok desa hingga masuk ke wilayah perusahaan.
BNNP Kalteng institusi yang diberi kewenangan oleh negara dalam rangka P4GN tidak bisa bekerja sendiri namun perlu dibantu oleh semua pihak baik dari pemerintah daerah dan para pengusaha.
Di Kabupaten Kotim selain daerah terbuka juga terdapat jumlah PBS terutama di bidang perkebunan kelapa sawit terbanyak di Kalteng. Disampaikan, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BNNP telah banyak melakukan kegiatan tes urine di perusahaan yang ada di Kotim, hasilnya ada karyawan di setiap perusahaan positif narkoba.
“Hampir rata-rata kita temukan ada yang positif. Namun yang perlu digaris banyak dari masyarakat tidak tahu awalnya menggunakan narkotika untuk obat kuat saya bekerja, tapi ternyata malah kecanduan. Karena sudah kecanduan bagaimana caranya dia harus mendapatkan barang-barang itu. Akhirnya bukan hanya yang tadinya orang itu bekerja menghasilkan uang untuk keluarganya, malah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan narkoba,” terangnya.
Oleh sebab itu BNNP Kalteng melibatkan perusahaan dan melakukan workshop agar bisa melakukan kegiatan P4GN yaitu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan , dan peredaran gelap narkoba di lingkungan perusahaan masing-masing.
“Perusahaan harus cari solusi bagaimana caranya jika karyawannya banyak menggunakan narkoba, harus ada yang dilakukan. Pada workshop ini nanti akan dijabarkan apa yang harus dilakukan perusahaan dalam melakukan pencegahan narkoba di tempatnya. Saya harap ke depan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di perusahaan tidak ada lagi,” harapnya.
(dev/matakalteng)






















Discussion about this post