SAMPIT – Ketua Bandan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menyebut telah ada ribuan jiwa di Kabupaten Kotim terlibat penyalahgunaan narkoba di tahun 2023 kemarin.
“Tahun 2023 sudah cukup banyak yang terlibat narkoba, ini perlu perhatian kita semua agar penyalahgunaan tidak terus meluas, ” kata Irawati yang juga Wakil Bupati Kotim, Rabu 24 April 2024.
Disampaikan, berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (B R I N) dan BPS tentang survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2023, diketahui angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 1,73% atau sekitar 3,3 juta orang Indonesia dengan rentang usia 15-64 tahun.
” Sedangkan di Provinsi Kalteng mencapai 0,40% sampai 0,70% atau sekitar 6.317 sampai 1.018 orang, ” sebutnya.
Lanjutnya, dari jumlah penyalahgunaan narkoba di Kalteng itu diestimasikan Kotim sekitar 1.243 – 2.176 orang. Disampaikan, kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa.
Tingginya penyalahgunaan di wilayah itu karena letak geografis yang strategis. Karena bisa diakses melalui darat, laut dan udara, sehingga menjadi daerah yang terbuka dan rawan terjadi peredaran narkotika.
Hal ini pun menjadi perhatian serius bagi BNK dan Pemkab Kotim. Pihaknya meminta keterlibatan semua pihak dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah itu, pasalnya memerangi narkoba tidak hanya tugas dari Badan Narkotika Nasional tapi semua pihak harus saling bantu dalam melawan kejahatan narkoba arah pembangunan daerah lebih baik lagi.
Selain itu, pihaknya bersama pemerintah daerah setempat juga tengah berupaya agar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di wilayah itu dapat terwujud. Dengan keberadaan BNNK, maka penanganan penyalahgunaan dapat lebih serius hingga ke akarnya. Ke depannya, penyalahgunaan barang haram itu dapat diminimalisir.
“Kami berharap tahun ini juga BNNK dapat terwujud di Kotim. Karena persyaratan sudah kita berikan, tinggal menunggu pusat semoga secepatnya, ” harapnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post