SAMPIT – Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Djoko Poerwarnto, mengajak masyarakat untuk memaknai puasa Ramadhan 1445 H dengan dua hal penting, yaitu menahan hawa nafsu keduniawian dan menjaga toleransi antarumat beragama.
Dia mengatakan bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu keduniawian.
“Saat puasa, kita belajar untuk mengendalikan diri dari berbagai godaan duniawi. Kita diajarkan untuk lebih bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Ini dalam pemaknaan puasa, menurut pemahaman saya tentang ibadah puasa, saya mencoba memaknai puasa itu kita harus tahu diri tentang kita,” katanya, Kamis, 28 Maret 2024.
Djoko juga mengingatkan bahwa puasa merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam kesempatan yang sama, Djoko juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan antar umat beragama.
“Kita patut bersyukur hidup di negara yang majemuk dengan berbagai keragaman. Di bulan Ramadhan ini, mari kita jaga toleransi dan kebersamaan, saling menghormati dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Djoko mencontohkan kegiatan Safari Ramadan yang diadakan di Halaman Gereja GKE Sampit sebagai wujud toleransi dan kebhinekaan di Indonesia.
“Saya ingin mengajak semuanya untuk ingat bahwa negara ini terbentuk pada 17 Agustus 1945. Kita tahu siapa yang memerdekakan kita, semuanya lengkap, kan? Tidak hanya orang Jawa, tapi semua suku yang ada di Indonesia,” katanya.
Djoko menambahkan bahwa memelihara keanekaragaman adalah bagian dari menjaga Pancasila. Safari Ramadhan di gereja ini, menurutnya, adalah contoh kecil bagaimana toleransi dan kebhinekaan dipraktikkan di Indonesia.
“Safari Ramadhan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Polda Kalteng selama bulan Ramadhan. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dan meningkatkan toleransi antarumat beragama,” tutupnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post