Polisi!! Jangan Bakar Hutan dan Lahan, Jika Ditemukan Akan di Tindak Tegas

SAMPIT – Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim), AKP Lajun Siado Rio Sianturi mengatakan, bahwa pihaknya tidak henti-hentinya mewanti-wanti atau menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, karena itu akan menyebabkan bencana baik itu dirasakan di daerah bahwa akan memicu bencana nasional maupun internasional. 

Namun, siapapun pelaku pembakaran hutan tanpa terkecuali akan ditindak tegas. “Kami akan proses secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Tanpa terkecuali siapapun pelakunya, karena ini masalah yang perlu diantisipasi oleh kita,” tegas Lajun saat ditemui wartawan ini di ruangannya, Selasa 30 Mei 2023.

Baca juga berita lainnya

Lanjut Lajun, Selain itu, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kabut asap melanda daerah tersebut. Kabut asap tersebut, akan mengganggu aktivitas masyarakat karena jarak pandang terbatas, serta mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, masyarakat, terutama para petani jangan coba-coba untuk membakar hutan dan lahan memasuki musim kemarau sekarang ini.

“Jika terbukti warga membakar lahan secara sengaja untuk membuat kebun baru dipastikan akan diproses secara hukum. Kalau perlu pembukaan lahan jangan dengan cara membakar,” bebernya. Untuk itu ia, menghimbau masyarakat daerah ini, agar tidak membakar hutan dan lahan untuk dijadikan kebun, karena hal tersebut menyebabkan terjadi Karhutla secara luas di daerah bumi habaring hurung ini. 

“Kita tidak main-main dalam Karhutla. Warga yang terbukti membakar hutan dan lahan dipastikan akan kami proses secara hukum. Kita minta masyarakat Kotim tidak membakar hutan dan lahan memasuki musim kemarau sekarang,” ujarnya.

Dia menambahkan, para pelaku pembakaran hutan dan lahan akan diancam pidana. Sesuai dengan UU No 41 Tahun 1999 Pasal 108, setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) dipidana dengan hukuman 10 penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Selain itu, masih terdapat Undang-Undang yang dapat menjerat para pelaku pembakaran lahan dan hutan antara lain UU Nomor 32 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara 10 Tahun dan denda maksimal 5 miliar serta UU Nomor 41 Tahun 1999 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

“Jadi, sangat jelas sanksi yang akan diterima bagi masyarakat dan pengusaha yang melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk dijadikan perkebunan tanaman keras. Karena itu, jika masyarakat jangan main-main membakar hutan dan lahan. Belum lagi uud tentang lingkungan hidup dan lain sebagainya,” Jelasnya. 

Sementara sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal itu dikarenakan pada Juli 2023 ini diperkirakan akan terjadi puncak panas di wilayah tersebut. 

Rencana penetapan status siaga darurat Karhutla, karena Kotim diketahui saat ini, terdampak El Nino sehingga panas sekali, walaupun sekarang masih ada hujan sesekali.  Disampaikannya, berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) H. Asan Sampit pada Juli hingga September 2023 mendatang akan terjadi puncak panas. 

Oleh karenanya, Pemkab Kotim telah bersiap untuk menetapkan status siaga darurat dengan harapan dapat mengantisipasi terjadinya karhutla di Kotim. “Harapan kami pada puncak panas itu tidak terjadi kebakaran lahan ataupun hutan yang luar biasa hingga mengakibatkan berdampak terhadap semuanya mulai dari kesehatan, pendidikan hingga ekonomi,” ujarnya. 

Untuk itu, dirinya menekankan kepada instansi yang menangani karhutla agar lebih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan. “Kalau sudah panas, tersulut api sedikit saja lahan yang kering itu akan mudah terbakar dan menyebar. Sehingga tidak cukup jika hanya BPBD saja. Oleh karena itu mari sama-sama kita menjaga lingkungan masing-masing,” tutupnya. 

(gus/matakalteng.com) 

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemng Letai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemng Letai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemng Letai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clng L.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemng Letai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c%2Fhuk\gah/3\/05\/30\/%0/podaringan-bi-ja-huorotaitaan-lahjikrudatemp-bukyatakan-d= wak-tegas5,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edat":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Puorr Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutup5,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static5:t":fa,"expehuklemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Articti5,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c%2Fhuk\gah/3\/05\/30\/%0/podaringan-bi-ja-huorotaitaan-lahjikrudatemp-bukyatakan-d= wak-tegas5},"0" eC ttwak hlemi-hleminy> mewaemi-waemi w.mutegeghimbmuteasyarmatt untuk ttwak me_ni-ja huoro ait l20La, karlea itu matategeyebabatatbencana baik itu dirasakan diiom/dae bahwa matategmicutbencana nasectalteaupun om/irnasectal. <\/%>\n\n\n\n terkecuali akan did= wak tegas. \"Kami akan proses er jat tegas ersuaiioengan %2Fum ypgs b-oveku. Trop> terkecuali siapapun peopkuny>, karlea initeasal20 ypgs perlu diaemisip ci oleh kita,\" tegas %2jun saaarattempi wjatawae initdiiruinganny>, Seopsa 30 Mei ah/3.<\/%>\n\n\n\n\n\n\n\n. Untuk itu i>, egeghimbmuteasyarmatt om/dae ini, mgja ttwak me_ni-ja huoro ait l20La untuk dijadiatatkenun, karlea halt_ouerbuttegeyebabatatterjadiiKarhuola er jat luas diiom/dae bumi habtawar huings ini. <\/%>\n\n\n\n.<\/%>\n\n\n\nk Rp 10 miliar.<\/%>\n\n\n\n\n\n\n\n,\" J=lasny>. <\/%>\n\n\n\n\n\n\n\n, bouaisaratatperkiraro airitBaait Meteorolori K/kaltolori ait Geofisikr (BMKG) H. Aean Simpittpada Juli hiegga Septe_num ah/3 mendatpgs akan terjadiipuncma -exas. <\/%>\n\n\n\n, P_ekab Kk/im telah baiseap untuk meeet=patatstatus siagm airurat oengan %jatpLa aieattegegaemisip ci terjadinya karhuola diiKk/im. \"HjatpLa ngmi pada puncma -exas itu ttwak terjadiikeni-jatatl20La ataupun huoro ypgs luar bipsa hiegga egegakib" atatbeuaimpma terhadap semuany> mulaiioiritkesehw.md, pendidikan hiegga ekonomi,\" ujarny>. <\/%>\n\n\n\n mene-jnatatkepada instaesk ypgs egeaegaei karhuola mgja lebie gencar me_numikan edukasitkepada easyarmatt untuk ttwak me_ni-ja l20La ermbenaegae. \"Kalau sudah -exas, _ousulut ppi sedikittsaja l20La ypgs keawar itu matateudah _oub"-ja dtategeyebar. Srhiegga ttwak c2Fuptjikr hany> BPBDtsaja. Oleh karlea itu miritsima-sima kitategejagm lwarkungan _asigsumaliag,\" tutupny>. <\/%>\n\n\n\n\n5,"authora:{"@ta-ta:"Pouson5,"namte:"Dody Rafliansyah","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cributor\/dodye-m,"l-ww.matakalt-ng.5},"artictiSectecti:["H2Fhukh],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/smor-im\gah/3\/05\/16\/IMG_ah/30530_110353_750x450.jpg?v=1685458477","width":750,"he hei5:450},"Mub/pohera:{"@ta-ta:"Orgaeizdicat5,"namte:"","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.5,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/5,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt5,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/5,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry5,"entry-tt_ti5:"P0/pod!! Jingan %i-ja %uoro ait %20La, Jikr %2temp-bu Akan diiT= wak Tegas5,"pub/pohel":eah/3-05-30 21:57:575,"updatel":eah/3-05-30 14:57:57" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==L= typeow.jnads&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTukllut((fun sect(){if(s& 'obj"==L= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==L= typeow.jn&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).laltth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={tk/kl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),tk/kl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),tk/kl_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a >va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.riadyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.ri-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==L= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHiadai("Cp_cont-Ta-t5,"awrlicdicat/x-://-form-urlencoded; charset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>