SAMPIT – Motif pembunuhan Darmanto yang merupakan seorang pedagang di Desa Basirih Hulu Kecamatakan Mentaya Hilir Seatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terungkap.
Tersangka, Andreas Meno Alona alias Andri mengaku, awalnya berniat meminta uang kepada korban, namun ditolak sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada penganiayaan.
“Korban punya banyak uang karena korban itu bandar togel. Saya minta Rp 60 juta untuk kebutuhan sehari-hari namun ditolaknya,” ucap tersangka dihadapan Wakapolres Kotim, KOMPOL Abdul Aziz Septiadi didampingi Kasatreskrim, AKP Zaldy Kurniawan dan Kapolsek Jaya Karya, Iptu Triawan, Senin, 12 Juli 2021.
Bukan hanya itu saja, tersangka juga mengaku akan menggunakan uang tersebut untuk pergi ke Pulau Jawa bersama anak istrinya. Korban dengan tersangka baru saling kenal beberapa bulan terakhir. Rumah mereka hanya berjarak 1 km.
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Wakapolres mengatakan, kejadian berawal pada 11 Juli 2021, sekitar pukul 05.30 wib. Tersangka berjalan menuju rumah korban. Dari jauh, tersangka melihat ada seseorang yang menyerahkan uang kepada korban.
Setelah orang itu pergi, tersangka mendatangi rumah korban yang juga merupakan kios dagang. Tersangka berdalih ingin membeli pakan ayam. Saat itu juga tersangka meminta uang kepada korban senilai puluhan juta tersebut. Korban mengatakan uangnya habis, adu mulut pun terjadi.
Korban perlahan mundur untuk mengambil sebilah parang yang berada di belakang pintu. Pria yang akrab disapa OO itu pun berusaha membacok senjata tajam tersebut ke arah Andri.
Tersangka menghindar dan melakukan perlawanan sehingga parang milik korban terjatuh kelantai. Andri pun langsung mengeluarkan badik yang sudah dibawa dari rumah. Badik tersebut mengengenai kepala korban. Perkelahian terus berlanjut hingga akhirnya badik tersebut menghujam tepat di dada korban.
“Korban mencabut pisau (badik) dari dada nya. Tersangka mencoba kabur, namun masih bisa ditangkap. Tersangka terjatuh, korban mencoba menyerangnya dengan pisau itu. Namun tersangka masih melawan hingga pisau itu kembali menancap ditubuh korban, tepat ditulang iga sebelah kiri. Korban pun terbaring tidak berdaya hingga meninggal dunia,” sebut Wakapolres Kotim.
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban sempat berteriak. Takut ketahuan warga, tersangka pun melarikan diri melewati hutan yang berada di belakang rumah korban.
Warga yang mendengar teriakan tersebut pun menuju ke TKP. Mereka melihat korban bersimbah darah. Kejadian itupun dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post