SAMPIT – Perum Bulog memastikan stok beras di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam kondisi sangat aman. Bahkan, jumlahnya tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah di wilayah Bulog Sampit, mencapai 6.200 ton.
“Stok di Bulog saat ini, khususnya di Bulog Sampit, ada kurang lebih 6.200 ton. Ini adalah stok terbesar sepanjang sejarah Sampit. Mungkin ini juga searah atau linear dengan stok Bulog secara nasional yang sekarang mencapai sekitar 4,2 juta ton,” ujar Kepala Bulog Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Senin 21 Juli 2025.
Ia menyebut, tingginya serapan beras tahun ini turut memperkuat posisi ketahanan pangan daerah.
“Angka serapan kita juga paling tinggi sepanjang sejarah. Jadi dari sisi stok, bisa kita jamin tidak akan ada kelangkaan beras,” tegasnya.
Dengan jumlah stok beras yang ada, Azwar memastikan keamanan pangan di Kotim sangat terjaga.
“Stok sebanyak ini aman untuk sampai satu tahun ke depan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras,” katanya.
Selain penyaluran bantuan pangan, Bulog juga mulai kembali membuka program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras. Program ini menyasar warung atau toko mitra (RPK) dengan sistem pembelian baru berbasis aplikasi.
“Pemerintah baru saja menugaskan Bulog untuk membuka kembali penyaluran beras SPHP. Bedanya, sekarang mitra atau toko yang ingin membeli ke Bulog wajib pakai aplikasi. Ini yang akan kita sosialisasikan ke RPK atau warung mitra Bulog,” jelas Fuad.
Ia menambahkan, pembelian SPHP oleh mitra dibatasi maksimal dua ton per minggu. Harga di gudang Bulog ditetapkan Rp11.300 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) di pasaran Rp13.100 per kilogram.
“Kalau stoknya habis, bisa order lagi. Intinya, kita jaga agar pasokan tetap stabil dan harga tetap terjangkau di masyarakat,” ujarnya.
Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan untuk menyerap jagung, khususnya jagung untuk pakan ternak.
“Harga beli Bulog untuk jagung pakan di gudang saat ini Rp6.400 per kilogram. Ini bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga komoditas penting,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post