PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan rencana pembentukan staf khusus (stafsus) mahasiswa untuk mengawal program prioritas daerah, khususnya Kartu Huma Betang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Reza Prabowo mengatakan skema pembentukan stafsus tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran dan mendapat persetujuan awal.
“Kemarin kita sudah laporkan kepada Bapak Gubernur. Ada beberapa skema yang kita tawarkan, termasuk mekanisme seleksinya, dan Alhamdulillah beliau setuju,” ujar Reza saat diwawancarai awak media, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurutnya, stafsus mahasiswa dan pemuda nantinya akan dibagi berdasarkan sektor-sektor strategis agar dapat bekerja lebih optimal. “Ada yang menangani sektor pertanian, ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Tapi tugas utamanya adalah mengawal kebijakan Bapak Gubernur, khususnya Kartu Huma Betang,” jelasnya.
Reza menyebut Kartu Huma Betang menjadi salah satu program strategis Pemprov Kalteng karena mencakup berbagai sektor pelayanan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, bantuan pendidikan, hingga ketahanan pangan. “Program di dalam Kartu Huma Betang itu lengkap, makanya harus dikawal oleh seluruh stafsus yang nantinya menjadi bagian dari Pemprov Kalteng,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah tenaga ahli yang direncanakan sebanyak 17 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Gubernur dan organisasi mahasiswa serta kepemudaan seperti Cipayung, BEM, dan Himpunan Mahasiswa se-Kalimantan Tengah.
Para tenaga ahli itu nantinya akan dibagi ke dalam sekitar delapan sektor, dengan masing-masing sektor diisi satu hingga dua orang sesuai kebutuhan. Terkait mekanisme rekrutmen, Reza menegaskan proses seleksi akan dilakukan secara terbuka melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Nanti ada seleksi dan diumumkan secara terbuka. Sekretariatnya di Dinas Pendidikan dan seluruh mahasiswa dipersilakan mendaftarkan diri,” ujarnya. Selain pendaftaran umum, pihaknya juga membuka peluang rekomendasi dari organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan. “Bisa melalui rekomendasi HMI, GMNI, HIMA, maupun Presiden Mahasiswa BEM. Kita berikan kesempatan seluas-luasnya,” katanya.
Menurut Reza, proses rekrutmen ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga ahli bagi pemerintah daerah, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perkembangan organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Kalimantan Tengah. Untuk kriteria peserta, Reza menyebut prioritas utama memang mahasiswa. Namun, kemungkinan juga dibuka bagi lulusan baru atau fresh graduate lulusan S1.
“Harapannya mereka sudah punya analisa yang matang. Minimal pernah menyusun skripsi sehingga memahami metodologi penelitian,” ucapnya. Ia menambahkan, batas usia peserta diperkirakan berada di bawah 35 tahun dengan kategori usia produktif. Sementara terkait status kerja dan sistem penggajian, Reza mengatakan mekanismenya masih dalam pembahasan internal pemerintah daerah.
Bahkan, kata reza, ada sejumlah mahasiswa yang menyatakan siap bergabung sebagai relawan tanpa meminta gaji. “Mereka ada yang bilang mau jadi volunteer juga. Itu luar biasa,” katanya. Rencananya, proses pendaftaran akan mulai dibuka pada awal Juni 2026 dan hasil seleksi ditargetkan sudah keluar pada pertengahan Juni mendatang.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post