PALANGKA RAYA – Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode mudik mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan sektor transportasi di Kalimantan Tengah.
Selain memastikan kelancaran arus perjalanan, pemerintah juga memantau stabilitas harga tiket serta ketersediaan armada guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, meskipun secara nasional diperkirakan terjadi penurunan mobilitas, namun kondisi di wilayah Kalimantan Tengah justru menunjukkan tren berbeda.
“Kalau prediksi secara nasional memang ada penurunan pergerakan. Tetapi untuk wilayah Kalimantan Tengah, melihat tren tahun-tahun sebelumnya dan kondisi sekarang, justru diperkirakan ada peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Minggu 15 Maret 2026.
Dia memperkirakan jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik mencapai ratusan ribu orang, baik yang melakukan perjalanan di dalam wilayah Kalimantan maupun menuju daerah lain di luar pulau.
“Kurang lebih ada sekitar tiga ratusan ribu masyarakat yang akan melakukan pergerakan, baik di internal Kalimantan maupun keluar daerah. Namun yang terbesar tetap menggunakan transportasi udara,” jelasnya. Terkait harga tiket pesawat, Yulindra Dedy menyebutkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan tarif.
Penetapan harga tiket tetap mengacu pada batas atas dan batas bawah yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Meski demikian, ia menilai kondisi harga tiket selama periode mudik saat ini relatif stabil karena adanya stimulus dari pemerintah pusat.
“Kalau kita lihat kondisi sekarang, harga tiket selama masa mudik tidak jauh berbeda dengan harga di luar musim mudik. Artinya tidak ada lonjakan signifikan, dan kita berharap kondisi ini tetap stabil,” katanya. Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, sejumlah maskapai juga menambah jadwal penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Salah satunya adalah penambahan penerbangan ekstra oleh Batik Air untuk rute Palangka Raya – Jakarta yang dijadwalkan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Selain itu, pembukaan rute baru juga mulai dilakukan untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Kalimantan. Maskapai Wings Air dijadwalkan melayani sejumlah rute internal mulai Maret, di antaranya Palangka Raya – Sampit – Pangkalan Bun, serta rute Palangka Raya – Muara Teweh – Banjarmasin.
Menurutnya, keberlanjutan rute-rute baru tersebut sangat bergantung pada tingkat keterisian penumpang. Selama ini, salah satu tantangan utama adalah ketidakseimbangan antara jumlah penumpang yang datang dan yang berangkat dari Palangka Raya.
“Palangka Raya bukan kota besar, sehingga tantangan kita adalah bagaimana mendorong pergerakan orang datang ke Kalimantan Tengah. Ini tidak hanya tugas sektor perhubungan, tetapi juga perlu didukung sektor pariwisata, UMKM, dan kegiatan ekonomi lainnya,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post