PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan sejumlah program strategis sektor pendidikan tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Peluncuran program tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jajaran pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai program yang diluncurkan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak di Kalimantan Tengah memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi langkah dan komitmen nyata untuk memastikan setiap putra-putri Kalimantan Tengah mendapatkan haknya mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut diluncurkan sejumlah program strategis, di antaranya Program D-1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, bantuan seragam sekolah, serta program pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Palangka Raya.
Selain itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Tengah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Agustiar menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun terjadi penurunan anggaran daerah. Dia menyebutkan APBD Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan dari sekitar Rp10,2 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp5,4 triliun pada 2026.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi komitmen dalam pembangunan pendidikan. “Kami tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Kami tidak ingin melihat ada anak-anak Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, bahkan tidak mendapatkan layanan dasar,” tegasnya.
Beberapa program unggulan yang dijalankan pemerintah daerah antara lain program satu rumah satu sarjana, sekolah gratis, serta bantuan seragam sekolah yang masuk dalam prioritas program Kartu Huma Betang Sejahtera.
Menurut Agustiar, pendidikan merupakan fondasi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, serta keterisolasian masyarakat. “Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi. Maju mundurnya suatu daerah tergantung mutu sumber daya manusianya,” katanya.
Selain pendidikan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada sektor kesehatan. Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan delapan unit rumah sakit keliling guna memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke wilayah desa dan daerah terpencil.
Senada, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menilai langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong sektor pendidikan merupakan kebijakan yang tepat dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu peradaban sangat ditentukan oleh perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Ia mencontohkan bagaimana pada masa kepemimpinan Harun al-Rasyid, banyak ilmuwan besar lahir setelah kerajaan membuka ruang bagi para ilmuwan dari berbagai negara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. “Kesimpulannya, pendidikan adalah salah satu jawaban utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju kemajuan bangsa,” ujarnya, Minggu 8 Maret 2026.
Fauzan juga menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Saat ini sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Namun di sisi lain, angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah, yakni sekitar 32 persen.
Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam yang telah mencapai sekitar 43 persen, bahkan Singapura yang mendekati 93 persen. Karena itu, program “satu keluarga satu sarjana” yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan launching tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai. Program ini juga sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif.
Leonard menjelaskan, rangkaian kegiatan launching meliputi peluncuran Program D-1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, peluncuran bantuan seragam sekolah, penyerahan surat keputusan program pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Palangka Raya, serta penandatanganan kesepakatan kerja sama pengembangan sumber daya manusia antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan simbolis berbagai bantuan pendidikan, mulai dari seragam sekolah, program sekolah gratis, simpanan pelajar, hingga program kuliah gratis bagi masyarakat. “Tujuannya untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan pendidikan hingga tamat sekolah menengah maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post