PALANGKA RAYA – Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo secara resmi melepas distribusi Bantuan Pangan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) beberapa waktu lalu. Penyaluran bantuan ini menjangkau 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Pemerintah menargetkan bantuan sudah diterima masyarakat paling lambat H-5 sebelum Hari Raya Idul Fitri. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.
Penerima manfaat KHBS merupakan masyarakat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan memenuhi kriteria sesuai kondisi riil di lapangan. DTSEN menjadi basis data terpadu resmi pemerintah pusat dan daerah guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
KHBS masuk dalam kategori bantuan sosial yang mencakup bantuan pangan, bantuan tunai, bantuan pendidikan, dan bantuan kesehatan. “Untuk tahap awal, program yang telah diluncurkan adalah bantuan pangan dan bantuan tunai,” ujarnya. Penerima KHBS ditetapkan melalui Surat Keputusan resmi berbasis Kartu Keluarga dengan ketentuan satu KK satu kartu. Kartu tersebut menjadi tanda kepesertaan resmi untuk mengakses program bantuan.
Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menjelaskan distribusi tahap awal dilakukan secara kolektif sesuai jadwal bersama Dinas Sosial. “Misalnya tanggal tertentu untuk kabupaten tertentu, dilakukan bertahap. Ke depan pola distribusi akan terus dikembangkan sambil mempersiapkan infrastruktur pendukung, termasuk unsur di luar pemerintah,” katanya.
Sebanyak sekitar 40 truk pengangkut bantuan pangan diberangkatkan pada tahap awal distribusi. Bantuan yang diberikan berupa beras, gula, dan minyak goreng senilai Rp150.000 per paket. Distribusi perdana mencakup Palangka Raya, Katingan, dan Seruyan dengan dukungan delapan cabang Bulog. Koordinasi intensif dilakukan bersama Bulog, Dinas Sosial, dan relawan guna memastikan bantuan tiba tepat waktu.
Rangga menyebut sekitar 300 ribu kartu akan dicetak untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di Kalteng. “Betul. Saat ini proses pencetakan sudah berjalan dan tinggal tahap distribusi. Namun verifikasi dan validasi lapangan tetap harus dijalankan,” katanya.
Untuk mendukung pengawasan, Diskominfosantik menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara langsung. “Sistem geotagging juga diterapkan agar program dapat terkontrol dan berjalan sesuai harapan Gubernur, yakni tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post