• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Anggaran Terbatas, Kesiapsiagaan Prabencana di Kalteng Masih Terkendala

Anggaran Terbatas, Kesiapsiagaan Prabencana di Kalteng Masih Terkendala

Rabu, 4 Februari 2026
in Kalimantan Tengah
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA – Keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, terutama pada fase pra bencana. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran yang turut berdampak pada sektor kebencanaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, menjelaskan bahwa pembiayaan penanganan bencana di daerah bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan APBD. Namun, BTT pada prinsipnya hanya bisa diakses saat kondisi darurat.

Baca juga berita lainnya

Pemprov Kalteng Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Pengamalan Nilai Kebangsaan

Kadisdik Kalteng Definitif, Fokus Wujudkan Pendidikan Berdaya Saing

Gubernur Kalteng Pastikan Evaluasi Pejabat Dilakukan Berkala

Resmi Pimpin Biro Organisasi, Betri Soroti Evaluasi Kelembagaan dan OPD

“BTT itu bisa digunakan ketika bencana sudah terjadi, saat darurat. Sementara kebutuhan terbesar justru ada di tahap pra bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga penyiapan sumber daya,” ujar Indra saat diwawancarai, Rabu 4 Februari 2026. Menurutnya, ketergantungan pada BTT membuat ruang gerak pemerintah menjadi terbatas. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti baru membeli senjata saat perang sudah terjadi.

“Padahal idealnya, kesiapan itu dibangun sebelum bencana. Kalau bergerak baru saat kejadian, itu menjadi kendala utama,” tegasnya. Selama ini, BPB-PK Kalteng masih terbantu melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR), terutama untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pembiayaan relawan dan operasional Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Namun, dukungan DBHDR tersebut belum bisa menjangkau penanganan bencana banjir.

“Untuk karhutla relatif masih tertangani, tapi untuk banjir ini yang jadi persoalan. Padahal di Kalteng, bencana dominannya ya karhutla dan banjir,” jelas Indra. Dia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa dibebankan hanya kepada BPBD atau BPB-PK semata, melainkan harus dilakukan secara multisektor. “Contohnya pembangunan turap, siring, atau pengerukan sungai. Sungai-sungai di Kalimantan Tengah ini sebagian besar sedang tidak baik-baik saja. Sedimentasi tinggi, tapi tidak diiringi pengerukan,” katanya.

Selain faktor alam, Indra juga menyoroti aktivitas manusia yang memperparah risiko banjir, mulai dari pembangunan di sempadan sungai hingga kawasan resapan air, serta persoalan sampah yang menutup jalur aliran air. “Air akhirnya hanya ditampung sungai. Begitu tidak mampu menampung, air meluap dan banjir berulang. Ini bukan hanya tugas BPBD, tapi juga lingkungan hidup, perizinan, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Dari sisi penghidupan, aktivitas ekonomi masyarakat dan perusahaan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana, terutama jika tidak diimbangi dengan upaya pemulihan lingkungan. “Penebangan pohon misalnya, apakah diiringi penanaman kembali? Siapa yang mengawasi? Itu bukan BPBD. Makanya banjir itu persoalan lintas sektor,” tegas Indra. Dia mengakui, dampak pemangkasan anggaran paling terasa pada bidang pencegahan, khususnya penyusunan kajian risiko bencana. Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar ilmiah untuk memetakan daerah rawan dan potensi bencana.

“Sekarang eskalasi bencana bukan lagi tahunan, bisa bulanan. Dengan kondisi cuaca ekstrem dan siklon, kajian risiko ini justru semakin penting. Tapi inilah yang ikut terdampak,” ungkapnya. Selain kajian risiko, keterbatasan anggaran juga berdampak pada kegiatan pelatihan dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Padahal, tujuan jangka panjang penanggulangan bencana adalah membentuk budaya sadar bencana.

“Kita ingin masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat bencana, seperti di Jepang. Itu tidak bisa instan, perlu pelatihan, sosialisasi, satuan pendidikan aman bencana, desa tangguh bencana, dan keluarga sadar bencana,” katanya. Indra menekankan bahwa upaya pencegahan sering kali tidak terlihat hasilnya secara langsung, sehingga kerap terpinggirkan dalam penganggaran. “Padahal mencegah jauh lebih murah dibanding menangani bencana saat sudah terjadi,” ucapnya.

Terkait integrasi kebencanaan dalam perencanaan pembangunan, Indra menyebut kajian risiko bencana secara umum sudah masuk dalam RPJMD. Namun, tantangan terbesar ada pada konsistensi implementasi di lapangan. “Secara garis besar sudah masuk, tapi penerapannya kadang tidak konsisten. Yang kita butuhkan itu komitmen bersama agar pembangunan benar-benar memperhatikan risiko bencana,” pungkasnya.

(nra/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Polresta Palangka Raya Sosialisasikan Penerimaan Polri TA 2026 di SMAN 1

Next Post

Satlantas Polresta Palangka Raya Tingkatkan Kamseltibcarlantas Pada Ops Keselamatan Telabang 2026

Berita Terkait

Kalimantan Tengah

Pemprov Kalteng Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Pengamalan Nilai Kebangsaan

Senin, 1 Juni 2026
Kalimantan Tengah

Kadisdik Kalteng Definitif, Fokus Wujudkan Pendidikan Berdaya Saing

Kamis, 28 Mei 2026
Kalimantan Tengah

Gubernur Kalteng Pastikan Evaluasi Pejabat Dilakukan Berkala

Kamis, 28 Mei 2026
Kalimantan Tengah

Resmi Pimpin Biro Organisasi, Betri Soroti Evaluasi Kelembagaan dan OPD

Kamis, 28 Mei 2026
Kalimantan Tengah

Agus Candra: Kalteng Dipersiapkan Jadi Penyuplai Pangan Daerah

Kamis, 28 Mei 2026
Kalimantan Tengah

Jelang Iduladha, Pemprov Kalteng Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok

Selasa, 26 Mei 2026
Load More
Next Post

Satlantas Polresta Palangka Raya Tingkatkan Kamseltibcarlantas Pada Ops Keselamatan Telabang 2026

Satlantas Polresta Palangka Raya Cek Prasarana Jalan

Komisi I DPRD Pulpis dukung BPDB Pulpis Dalam Peningkatan Kesiagaan Hadapi  Pancaroba

Komisi I DPRD Pulpis dukung BPDB Pulpis Dalam Peningkatan Kesiagaan Hadapi Pancaroba

Perusahaan Tambang di Kalteng "Nakal" Sanksi Tegas Menanti...

Habib Sayid Minta Aparat Bongkar Tuntas Kasus Penemuan Tiga Jenazah di PIT Suwalang

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK