• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Anggaran Terbatas, Kesiapsiagaan Prabencana di Kalteng Masih Terkendala

Anggaran Terbatas, Kesiapsiagaan Prabencana di Kalteng Masih Terkendala

Rabu, 4 Februari 2026
in Kalimantan Tengah
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA – Keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, terutama pada fase pra bencana. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran yang turut berdampak pada sektor kebencanaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, menjelaskan bahwa pembiayaan penanganan bencana di daerah bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan APBD. Namun, BTT pada prinsipnya hanya bisa diakses saat kondisi darurat.

Baca juga berita lainnya

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam

Adiah Chandra Sari Siap Jalankan Amanah di Diskominfosantik, Penanganan Blank Spot Jadi Perhatian

DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar

Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda

“BTT itu bisa digunakan ketika bencana sudah terjadi, saat darurat. Sementara kebutuhan terbesar justru ada di tahap pra bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga penyiapan sumber daya,” ujar Indra saat diwawancarai, Rabu 4 Februari 2026. Menurutnya, ketergantungan pada BTT membuat ruang gerak pemerintah menjadi terbatas. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti baru membeli senjata saat perang sudah terjadi.

“Padahal idealnya, kesiapan itu dibangun sebelum bencana. Kalau bergerak baru saat kejadian, itu menjadi kendala utama,” tegasnya. Selama ini, BPB-PK Kalteng masih terbantu melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR), terutama untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pembiayaan relawan dan operasional Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Namun, dukungan DBHDR tersebut belum bisa menjangkau penanganan bencana banjir.

“Untuk karhutla relatif masih tertangani, tapi untuk banjir ini yang jadi persoalan. Padahal di Kalteng, bencana dominannya ya karhutla dan banjir,” jelas Indra. Dia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa dibebankan hanya kepada BPBD atau BPB-PK semata, melainkan harus dilakukan secara multisektor. “Contohnya pembangunan turap, siring, atau pengerukan sungai. Sungai-sungai di Kalimantan Tengah ini sebagian besar sedang tidak baik-baik saja. Sedimentasi tinggi, tapi tidak diiringi pengerukan,” katanya.

Selain faktor alam, Indra juga menyoroti aktivitas manusia yang memperparah risiko banjir, mulai dari pembangunan di sempadan sungai hingga kawasan resapan air, serta persoalan sampah yang menutup jalur aliran air. “Air akhirnya hanya ditampung sungai. Begitu tidak mampu menampung, air meluap dan banjir berulang. Ini bukan hanya tugas BPBD, tapi juga lingkungan hidup, perizinan, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Dari sisi penghidupan, aktivitas ekonomi masyarakat dan perusahaan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana, terutama jika tidak diimbangi dengan upaya pemulihan lingkungan. “Penebangan pohon misalnya, apakah diiringi penanaman kembali? Siapa yang mengawasi? Itu bukan BPBD. Makanya banjir itu persoalan lintas sektor,” tegas Indra. Dia mengakui, dampak pemangkasan anggaran paling terasa pada bidang pencegahan, khususnya penyusunan kajian risiko bencana. Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar ilmiah untuk memetakan daerah rawan dan potensi bencana.

“Sekarang eskalasi bencana bukan lagi tahunan, bisa bulanan. Dengan kondisi cuaca ekstrem dan siklon, kajian risiko ini justru semakin penting. Tapi inilah yang ikut terdampak,” ungkapnya. Selain kajian risiko, keterbatasan anggaran juga berdampak pada kegiatan pelatihan dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Padahal, tujuan jangka panjang penanggulangan bencana adalah membentuk budaya sadar bencana.

“Kita ingin masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat bencana, seperti di Jepang. Itu tidak bisa instan, perlu pelatihan, sosialisasi, satuan pendidikan aman bencana, desa tangguh bencana, dan keluarga sadar bencana,” katanya. Indra menekankan bahwa upaya pencegahan sering kali tidak terlihat hasilnya secara langsung, sehingga kerap terpinggirkan dalam penganggaran. “Padahal mencegah jauh lebih murah dibanding menangani bencana saat sudah terjadi,” ucapnya.

Terkait integrasi kebencanaan dalam perencanaan pembangunan, Indra menyebut kajian risiko bencana secara umum sudah masuk dalam RPJMD. Namun, tantangan terbesar ada pada konsistensi implementasi di lapangan. “Secara garis besar sudah masuk, tapi penerapannya kadang tidak konsisten. Yang kita butuhkan itu komitmen bersama agar pembangunan benar-benar memperhatikan risiko bencana,” pungkasnya.

(nra/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Polresta Palangka Raya Sosialisasikan Penerimaan Polri TA 2026 di SMAN 1

Next Post

Satlantas Polresta Palangka Raya Tingkatkan Kamseltibcarlantas Pada Ops Keselamatan Telabang 2026

Berita Terkait

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam
Kalimantan Tengah

Kalteng Perkuat Industri Obat Alam

Rabu, 15 Juli 2026
Kalimantan Tengah

Adiah Chandra Sari Siap Jalankan Amanah di Diskominfosantik, Penanganan Blank Spot Jadi Perhatian

Rabu, 8 Juli 2026
DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar
Kalimantan Tengah

DBH Kalteng Belum Dibayar Penuh, Gubernur Sebut Nilainya Capai Rp800 Miliar

Selasa, 7 Juli 2026
Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda
Kalimantan Tengah

Edy Pratowo Tegaskan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tak Boleh Ditunda

Senin, 6 Juli 2026
Bank Kalteng Bidik Penetrasi Pasar dan Branding Nasional Lewat Sponsorship Adhyaksa Kalteng FC
Kalimantan Tengah

Bank Kalteng Bidik Penetrasi Pasar dan Branding Nasional Lewat Sponsorship Adhyaksa Kalteng FC

Kamis, 2 Juli 2026
Bapenda Tindaklanjuti Keberatan Penetapan NJOP
Kalimantan Tengah

Bapenda Tindaklanjuti Keberatan Penetapan NJOP

Rabu, 1 Juli 2026
Load More
Next Post

Satlantas Polresta Palangka Raya Tingkatkan Kamseltibcarlantas Pada Ops Keselamatan Telabang 2026

Satlantas Polresta Palangka Raya Cek Prasarana Jalan

Komisi I DPRD Pulpis dukung BPDB Pulpis Dalam Peningkatan Kesiagaan Hadapi  Pancaroba

Komisi I DPRD Pulpis dukung BPDB Pulpis Dalam Peningkatan Kesiagaan Hadapi Pancaroba

Perusahaan Tambang di Kalteng "Nakal" Sanksi Tegas Menanti...

Habib Sayid Minta Aparat Bongkar Tuntas Kasus Penemuan Tiga Jenazah di PIT Suwalang

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK