PALANGKA RAYA – Penemuan tiga jenazah di kawasan PIT Suwalang, area PT MUTU, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan, menuai perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Peristiwa yang menggegerkan masyarakat ini dinilai perlu diusut secara menyeluruh, termasuk aspek keamanan dan kewajiban tambang perusahaan.
Anggota DPRD Kalteng Komisi II dari daerah pemilihan Barito dan Murung Raya, Habib Sayid Abdurrahman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Dia menyebut peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dipandang ringan.
“Kami sangat menyesali dan berduka atas peristiwa penemuan tiga jenazah di kawasan PIT Suwalang, area PT MUTU, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai,” ujar Habib, Rabu 4 Februari 2026. Habib menegaskan, pihak berwenang harus mengusut tuntas penyebab kematian para korban secara transparan dan terang benderang.
Menurutnya, pengusutan tidak cukup hanya dari sisi pidana, tetapi juga perlu melibatkan instansi teknis untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan pertambangan. “Pengusutan ini juga harus melibatkan instansi terkait untuk melihat sejauh mana perusahaan telah menjalankan kewajiban dalam aktivitas penambangan dan pascatambang sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menyinggung isu keamanan di area tambang, menyusul adanya dugaan aktivitas pencari kayu yang bisa masuk ke kawasan bekas atau aktif tambang. Kondisi ini dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan di lingkungan perusahaan. “Perusahaan tambang wajib menjaga keamanan di wilayah operasionalnya. Jika pengawasan renggang, maka risiko terhadap keselamatan masyarakat menjadi sangat besar,” katanya.
Selain keamanan, Habib juga menyoroti persoalan reklamasi dan penimbunan bekas tambang. Dia menilai, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi terhadap kewajiban pascatambang agar tidak membahayakan warga sekitar. “Eksploitasi sumber daya alam harus meminimalisir risiko, baik terhadap keselamatan jiwa manusia, makhluk hidup lainnya, maupun kerusakan lingkungan,” ujarnya.
legislator PKB ini mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang belum tentu benar. Habib meminta semua pihak menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada aparat berwenang. “Semua pihak hendaknya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali. Kepada masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar lokasi pertambangan,” katanya.
Diakhir pernyataannya, Habib menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Atas nama Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan duka cita mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post