PALANGKA RAYA – Program ekonomi kerakyatan Huma Betang Night (HBN) atau Car Free Night (CFN) yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak 14 Juni 2025 lalu hingga kini tampak belum kembali digelar.
Padahal, program tersebut sebelumnya rutin dilaksanakan setiap malam Minggu dan menjadi ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya para pedagang UMKM yang selama pelaksanaan HBN/CFN menggantungkan aktivitas jual beli mereka pada agenda tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, keberlanjutan program CFN dan HBN saat ini masih dalam tahap evaluasi menyeluruh oleh pemerintah provinsi. “Ya, semuanya akan dilihat, dievaluasi, asas manfaat, kegunaan, keselamatan sudah bagus,” ujar Edy saat diwawancarai, Kamis 29 Januari 2026.
Menurut Edy, selain aspek teknis dan keamanan, Pemprov Kalteng juga mempertimbangkan efektivitas program di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan. “Nah, tapi juga kita kan harus melihat dengan adanya efisiensi, dengan setelah sudah dilakukannya program HBN itu, mampu tidak para pelaku usaha juga bisa melakukan dampak yang lebih baik.,” jelasnya.
Ia menegaskan, tujuan utama program tersebut adalah mendorong pelaku UMKM agar dapat berkembang dan pada akhirnya mampu bergerak secara mandiri, bukan hanya bergantung pada event pemerintah. “Harapannya bisa memberikan efek yang baik, sehingga pelaku usaha bisa bekerja secara mandiri untuk melakukan upaya-upaya ekonomi,” tambah Edy.
Lebih lanjut, Edy memastikan evaluasi difokuskan pada sejauh mana program HBN yang telah berjalan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. “Kita sedang evaluasi semuanya, sampai sejauh mana program yang sudah berjalan itu memberikan multiplier effect. Harapannya seperti itu,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post