PALANGKA RAYA – Intensitas hujan yang meningkat sejak awal Desember kembali menempatkan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah pada status kewaspadaan, terutama daerah rawan longsor dan banjir. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektor telah diaktifkan untuk meminimalkan risiko bencana.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten/kota telah menerima instruksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Kami sudah menyampaikan ke pemerintah kabupaten/kota. Instruksi juga datang dari Menteri Dalam Negeri agar daerah segera melakukan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem hingga Desember,” ujarnya, Jumat 19 Desember 2025.
Edy menegaskan bahwa para bupati di wilayah rentan sudah mengetahui langkah mitigasi yang harus dilakukan, mulai dari pemantauan titik rawan hingga kesiapan evakuasi. Koordinasi antar instansi, terutama dengan BPBD, menjadi kunci agar respons cepat dapat dilakukan jika situasi memburuk. “Curah hujan masih tinggi. Yang penting adalah koordinasi antar sektor, terutama dengan BPBD,” katanya.
Terkait dukungan anggaran, Edy menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki skema pembiayaan yang siap digunakan. Penanganan darurat dapat menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT), selain anggaran rutin BPBD. “Anggarannya biasanya melalui BTT. BPBD juga punya dana rutin. Jika status tanggap darurat ditetapkan, dana BTT bisa dipakai,” jelasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post