PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan Pasar Murah sekaligus menyalurkan bantuan pangan Presiden RI menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini ditekankan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi momen hari besar keagamaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Herson B. Aden, menjelaskan bahwa Pasar Murah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah serta menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok. “Program ini juga menjadi bagian dari prioritas Huma Betang Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2025–2030,” ujarnya.
Sebanyak 12.000 paket sembako disediakan dalam program Pasar Murah tersebut, terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 2 liter. Pemerintah memberikan subsidi Rp132.500 sehingga masyarakat hanya membayar Rp15.000 dari harga paket Rp147.500.
Selain itu, untuk Pasar Murah Desa Tahap II, pemprov menyiapkan 160.920 paket yang akan disalurkan ke 1.432 desa di seluruh Kalimantan Tengah. “Harapan kita kegiatan ini benar-benar meringankan beban masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa bantuan pangan dan Pasar Murah merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Secara simbolis, ia menyerahkan lebih dari 95 ribu paket bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat di 13 kabupaten dan 1 kota. “Bantuan pangan ini adalah bentuk perhatian Bapak Presiden bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai,” ucapnya, beberapa waktu lalu.
Gubernur juga menekankan bahwa langkah ini bertujuan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. “Kita ingin masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan sukacita dan tenang. Pemerintah hadir memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau,” tegasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post