PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp3 miliar untuk korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengumuman itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Istana Isen Mulang, sebagai bentuk solidaritas daerah terhadap musibah besar yang menimpa tiga provinsi tersebut.
Agustiar menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, saya menyampaikan duka cita yang tulus. Semoga para korban diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Gubernur menegaskan bahwa bantuan tidak dinilai dari besarannya, tetapi dari semangat kebersamaan untuk saling menopang sesama anak bangsa.
“Ini wujud solidaritas. Dalam situasi bencana, kekuatan kita adalah kebersamaan,” tegasnya. Agustiar menegaskan bahwa seluruh bantuan bersumber dari APBD Provinsi Kalteng tahun 2025–2026. “Kalau sudah bicara provinsi, jelas sumber dananya dari APBD Kalimantan Tengah. Titik,” ujarnya menekankan. Gubernur menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengantar secara langsung bantuan tersebut.
“Bisa Wakil Gubernur, bisa saya sendiri, atau asisten. Nanti diputuskan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya. Bantuan tahap pertama berupa uang tunai Rp3 miliar, masing-masing provinsi terdampak menerima Rp1 miliar. Selanjutnya, jenis bantuan tambahan akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut. Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam menyebarkan informasi terkait bencana.
“Jangan sampai ada yang mengirim kabar tidak akurat atau memperkeruh suasana. Pastikan informasi dari sumber resmi,” pesannya. Dia juga menyampaikan doa bagi para korban. “Untuk korban meninggal, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan. Bagi keluarga yang selamat, semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan.” Gubernur berharap bantuan dari Kalteng dapat membantu mempercepat pemulihan di wilayah terdampak dan menjadi penguat solidaritas antardaerah di Indonesia.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post