SAMPIT – Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, turun langsung meninjau perkembangan banjir yang semakin meningkat di Kecamatan Tualan Hulu, Jumat 5 Desember 2025. Ia bersama tim TRC BPBD Kotim menyusuri sejumlah titik yang terdampak, termasuk Desa Luwuk Sampun yang kini mengalami kenaikan debit air cukup signifikan.
“Kami sekarang berada di Desa Luwuk Sampun. Kalau kemarin masih tahap pendataan dan informasi awal, hari ini kami sudah turun langsung ke lapangan. Bagian jalan yang terendam kurang lebih sepanjang 300 sampai 350 meter, dengan kedalaman cukup tinggi. Teman-teman yang berada di belakang saya masih pada posisi air 120 sampai cm,” ujar Multazam, Jumat 5 Desember 2025.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada sedikitnya 50 kepala keluarga yang bermukim di bantaran Sungai Tualan. Aktivitas warga kini sangat terbatas karena akses jalan utama terendam air.
“Di dalam sana ada sekitar 50 KK terdampak. Untuk sementara mereka hanya bisa menggunakan moda angkutan sungai, namun itu pun sangat terbatas. Tadi kami juga bertemu dengan ibu-ibu yang harus berjalan kaki melintasi banjir hanya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Multazam menyebutkan, sekitar 50 rumah yang berada di kiri dan kanan bantaran sungai kini terendam, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai lebih dari 100 sentimeter.
Tim TRC BPBD juga ikut mengawal dan membantu warga yang melintas banjir, termasuk membantu masyarakat di Desa Merah yang kesulitan menuju tempat ibadah maupun aktivitas lainnya.
“Tim juga tadi membantu masyarakat melintas banjir di Desa Merah. Di Desa Luwuk Sampun juga ada kegiatan ibadat di gereja, sehingga kami pastikan aksesnya bisa tetap dilalui meskipun dengan keterbatasan,” imbuhnya.
BPBD Kotim masih terus memantau situasi di Tualan Hulu dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air.
Upaya koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, terutama akses logistik dan layanan kesehatan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post