PALANGKA RAYA – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, tepatnya di eks Gedung KONI Kalimantan Tengah, ditargetkan rampung pada akhir 2025. Proyek ini digadang menjadi ikon baru ruang publik di ibu kota provinsi.
Plt Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, memastikan progres kedua proyek strategis itu telah mendekati tahap akhir. “Sudah hampir 90 persen. Sebentar lagi Desember, malam tahun baru kita bisa menikmati suasana yang luar biasa di sana,” ujarnya, Kamis 4 Desember 2025. Leonard menegaskan konsep RTH tetap mengutamakan elemen alami.
“RTH kita pastikan tetap ada yang hijau-hijau, bunga-bunga tetap bermekaran. Bagaimana caranya? Itu inovasi Dinas PUPR,” katanya. Terkait target penyelesaian tahun ini, Leonard menyebut hal itu wajib dicapai. Menurutnya, kawasan tersebut akan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat, termasuk sebagai lokasi rekreasi keluarga.
“Oh iya harus, 100 persen targetnya. Kita nikmati dengan keluarga, kita berselfie. Masa kita lihat di Jakarta aja selfie-selfie di bundaran, di situ bisa bagus loh malam,” ujarnya. Meski demikian, agenda peresmian masih menunggu arahan Gubernur. Peresmian tergantung beliau. Kita menunggu arahan,” ucapnya.
Leonard juga menyampaikan bahwa RTH tersebut akan terhubung dengan ruang terbuka hijau lain yang sedang disiapkan di kawasan eks Dinas Tenaga Kerja serta area Dinas Kehutanan. “Kalau selesai, jadi satu kesatuan. Ditambah lagi yang di Dinas Kehutanan. Itu nanti jadi rumah betang terbesar di dunia,” jelasnya.
Namun, pembangunan rumah betang tersebut tidak dilaksanakan tahun ini. Kehadiran RTH dan JPO Bundaran Besar diharapkan memperkuat wajah kota sekaligus menyediakan ruang publik yang lebih representatif dan ramah bagi masyarakat.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post