SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan bahwa kegiatan Lomba Tumpeng Bergizi yang digelar di tingkat PAUD bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi bagi orang tua dalam menyiapkan bekal sehat untuk anak.
Hal ini disampaikan Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kotim, Legendaria Okta Bellany, saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Seluruh satuan PAUD selama ini sudah memiliki program rutin berupa Penyediaan Makanan Tambahan (PMT) setiap bulan,”ujarnya, Kamis 4 Desember 2025.
Namun kegiatan lomba ini sekaligus menjadi evaluasi untuk melihat sejauh mana guru mampu mengimplementasikan edukasi gizi bagi peserta didik maupun orang tua.
“Hari ini mereka diberi bekal untuk menyajikan PMT, sekaligus memperlihatkan pemahaman mereka tentang makanan sehat yang tepat untuk anak-anak,” ujarnya.
Legendaria menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop penanganan stunting yang digelar pekan lalu, khususnya terkait penyusunan menu PMT yang sesuai kebutuhan gizi anak usia dini.
Dari hasil penilaian, terlihat bahwa guru-guru berhasil menyajikan tumpeng yang sehat dengan komposisi sesuai standar PAUD, bukan menu untuk orang dewasa.
“Walaupun bentuknya tumpeng, isinya telah disesuaikan. Rasanya tidak boleh terlalu asin atau manis. Semua sudah ada takaran yang diatur untuk anak-anak,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran guru PAUD sebagai penggerak edukasi gizi di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, Disdik Kotim ingin memastikan bahwa pemahaman tentang bekal sehat sampai ke orang tua, sehingga kebiasaan memberikan jajanan kurang bergizi seperti ciki dan makanan instan dapat berkurang.
“Kami ingin guru bisa menjelaskan kepada orang tua apa itu bekal sehat. Bukan lagi jajan-jajanan yang tidak bermanfaat. Inilah tujuan utama kegiatan ini,” katanya.
Legendaria menambahkan, program ini sekaligus mendukung langkah Bunda PAUD Kabupaten Kotim dalam upaya konvergensi penurunan stunting. Sebagai instansi yang membina satuan PAUD, Disdik Kotim menegaskan komitmennya untuk memperkuat edukasi gizi sejak usia dini.
“Kami memegang peran dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua di lembaga PAUD. Ini bagian dari kerja besar kita bersama dalam menurunkan angka stunting di Kotim,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post