PALANGKA RAYA – Pemerintah menegaskan pentingnya percepatan penyiapan tenaga kerja terampil dari daerah untuk mengisi peluang besar kerja luar negeri. Hal itu disampaikan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin merespons data yang menunjukkan 19 persen tenaga kerja telah masuk dalam sistem lowongan luar negeri, sementara 81 persen lainnya masih berpotensi menjadi pekerja migran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kerja sama antar sektor dalam menyiapkan SDM daerah.
Ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke Palangka Raya sekaligus menandai penguatan kerja sama antara KP2NI dan Kementerian Kesehatan. “MoU ini nanti ditindaklanjuti dengan PKS. Sinergi dengan Poltekkes Palangka Raya penting untuk menyiapkan tenaga kesehatan dan tenaga terampil lainnya,” ujarnya.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja global, terdiri atas 300 ribu lulusan SMK Global dan 200 ribu tenaga umum. Menurutnya, pasar tenaga kerja internasional kini tidak lagi hanya membutuhkan tenaga domestik, tetapi pekerja profesional dengan keterampilan menengah hingga tinggi.
“Yang harus disiapkan bukan hanya pengetahuan, tapi juga skill dan kualitas SDM,” tegasnya. Peluang kerja disebut terbuka luas untuk masyarakat Kalteng dari berbagai jurusan. Selain bidang kesehatan, banyak permintaan untuk sektor manufaktur seperti welder, tukang las, hingga sopir truk.
Sementara itu, data SISKO-BP2MI menunjukkan ada 351 ribu lowongan yang sudah dipetakan, tetapi baru 20 persen yang terisi. “Kita harus mengejar 80 persen lowongan lain yang belum dilamar. Ini tantangan kita bersama,” kata Mukhtarudin.
Ia juga menyoroti konteks global: negara-negara Asia dan Eropa tengah mengalami aging population, sementara Indonesia menghadapi bonus demografi. “Ini peluang besar. Kalau tak dipersiapkan dari sekarang, kita yang rugi.” Menanggapi dugaan kasus kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia di Malaysia, Menteri memastikan proses pendampingan sedang berjalan.
“Kasus itu sudah dalam perlindungan kita. Majikan sudah ditangkap. Korban kini berstatus saksi. Begitu proses hukum selesai, kita dampingi sampai pulang,” ujarnya. Terkait laporan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban kebakaran di Hong Kong, Mukhtarudin menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan warganya menghadapi masalah sendiri.
“Siapapun pekerja Indonesia di luar negeri yang menghadapi kecelakaan kerja atau kekerasan, negara pasti hadir. KBRI dan KP2MI akan turun memberikan pendampingan penuh, pemulangan, perlindungan, hingga santunan bagi keluarga,” katanya.
Dengan berbagai peluang besar dan tantangan perlindungan pekerja, pemerintah menegaskan bahwa persiapan kompetensi dan migrasi aman harus berjalan beriringan agar pekerja migran dari Kalimantan Tengah benar-benar memperoleh manfaat maksimal di pasar global.

Penguatan Vokasi Kesehatan, Pemerintah Siapkan Penempatan Tenaga Kesehatan ke Luar Negeri
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat mendampingi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Edy Pratowo membacakan sambutan tertulis Gubernur yang menekankan bahwa prioritas pendidikan selaras dengan Misi Kedua Pemprov Kalteng mewujudkan SDM beretika melalui pendidikan yang inklusif dan berlandaskan nilai Belom Bahadat.
Ia juga menyebut kebijakan pembangunan pendidikan di Kalteng sejalan dengan arah ASTA CITA Presiden yang menempatkan desa dan wilayah pedalaman sebagai titik awal pemerataan layanan dasar. “Kami ingin seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, termasuk yang tinggal di pedalaman, bisa menikmati layanan pendidikan dan pembangunan yang layak,” ujarnya.
“Tidak boleh ada anak Kalteng yang putus sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan makan,” tegasnya. Wagub menambahkan bahwa Pemprov terus mendukung penguatan kualitas pendidikan vokasi, termasuk bagi mahasiswa kesehatan yang kelak akan bertugas melayani masyarakat.
Kepada mahasiswa, ia juga menyampaikan pesan motivasi agar berani menetapkan cita-cita tinggi tanpa meninggalkan etika. “Bermimpilah setinggi langit, dan yang lebih penting, jaga adab. Jangan terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba, judi online, dan pengaruh negatif lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi kesiapan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dalam mendukung penempatan tenaga kesehatan ke luar negeri. Dia menegaskan bahwa permintaan tenaga kerja di sektor kesehatan internasional terbuka lebar.
“Jangan ragu bersaing secara global. Yang penting kompeten, terampil, dan punya karakter,” ujarnya. Mukhtarudin menyoroti perlunya keselarasan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar global. Dia memastikan Kementerian P2MI siap memfasilitasi peluang penempatan, pendampingan, hingga perlindungan pekerja migran.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase bonus demografi. “Jika dipersiapkan dengan benar, generasi muda hari ini akan menjadi kekuatan yang mampu bersaing di tingkat dunia,” tutupnya. Selain itu dilakukan pembaruan MoU antara Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post