PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular yang kerap muncul saat pergantian musim. Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, dr. Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa perubahan cuaca dengan tingkat kelembaban tinggi menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit.
“Setiap pergantian cuaca, pasti akan banyak muncul penyakit menular. Karena tingkat kelembaban udara tinggi, maka pertumbuhan kuman dan mikroorganisme juga meningkat,” ujar Suyuti saat ditemui di Palangka Raya, Jumat 31 Oktober 2025. Menurutnya, penyakit seperti influenza, demam berdarah, dan malaria menjadi jenis yang paling sering muncul di masa peralihan cuaca.
Suyuti menekankan bahwa kebersihan diri dan lingkungan merupakan kunci utama pencegahan penyakit menular. “Kalau sedang batuk atau pilek, pakailah masker supaya tidak menulari orang lain. Cuci tangan setiap saat – jangan hanya waktu COVID-19 saja, sekarang pun harus tetap dibiasakan,” pesannya.
Dia menjelaskan, sekitar 30 persen penyakit disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, dan bila ditambah dengan perilaku yang kurang baik seperti malas mencuci tangan, hingga 75 persen penyebab penyakit berasal dari dua faktor itu: lingkungan dan perilaku. Lebih lanjut, Suyuti menjelaskan bahwa influenza pada dasarnya bukan penyakit berbahaya, karena termasuk kategori self-limited disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.
“Influenza hanya berbahaya bila menyerang orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti lansia atau penderita penyakit kronis. Pada kondisi itu, influenza bisa berkembang menjadi pneumonia,” jelasnya. Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa mengandalkan kekebalan alami terhadap influenza, sebab virus penyebabnya terus bermutasi dari waktu ke waktu.
Dinas Kesehatan Kalteng mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit menular, terutama di masa perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post