PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi memiliki markas komando daerah militer sendiri setelah Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai terbentuk pada pertengahan Agustus 2025.
Sebelumnya, wilayah Kalteng berada di bawah naungan Kodam XII/Tanjungpura yang bermarkas di Pontianak, Kalimantan Barat. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasinya atas penempatan Kodam di Bumi Tambun Bungai. Menurutnya, kehadiran Kodam XXII merupakan langkah strategis sekaligus wujud perhatian pemerintah pusat terhadap daerah dengan wilayah yang sangat luas ini.
“Dahulu selalu Kalsel-Teng namanya, sekarang resmi menjadi Kalteng-Sel dengan nama Kodam Tambun Bungai. Perubahan ini luar biasa. Kehadiran Kodam memudahkan koordinasi dan memperkuat pembangunan di Kalteng,” ujar Agustiar Sabran, ketika diwawancarai awak media usai mengikuti apel serah terima pasukan dari Pangdam XII/Tanjungpura ke Pangdam XXII/Tambun Bungai di Markas Kodam XXII/Tambun Bungai, Palangka Raya, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan, pembangunan di Kalteng tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Harapan kami, harus ada sinergi bersama untuk membangun Kalimantan Tengah,” tegasnya. Agustiar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng siap memberikan dukungan penuh.
Ia meyakini kehadiran Kodam XXII akan membawa dampak lebih luas, baik dari sisi pertahanan maupun pembangunan daerah. “Keberadaan Kodam ini jelas memperkuat pembangunan. Kehadirannya pasti membawa dampak positif yang lebih besar,” katanya.
Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menekankan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. “Kami akan mendukung semua program pemerintah, baik pusat maupun daerah. Terutama program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, dan lainnya.” Ucap Zainul
Ia juga menyebut dukungan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah Kab/Kota sangat dibutuhkan. “Semua itu tentu butuhnya dukungan bersama pemerintah provinsi maupun kabupaten,” Tambahnya. Ia menegaskan bahwa alih komando tidak menimbulkan kendala berarti.
“Prajurit harus tetap bekerja bersama. Kini pembinaan berada di bawah Kodam XXII Tambun Bungai, termasuk Korem 101 dan Korem 102,” ujarnya. Zainul menyebut, ada sekitar 11.116 personel yang dialihkan dari Kodam XII Tanjungpura ke Kodam XXII Tambun Bungai. Jumlah itu meliputi batalyon infanteri, zeni, kavaleri, dan satuan lain.
“Untuk tambahan alutsista, sementara belum ada,” tambahnya. Mantan Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, menyampaikan kesannya selama memimpin prajurit di Kalteng. “Meski markas di Kalbar, saya rutin berkantor di Kalteng. Prajurit di sini kompak, dan sinergi yang dibangun Gubernur dengan semua unsur membuat tugas lebih ringan,” ucapnya.
Jamallulael menitipkan pesan sederhana bagi prajurit yang kini resmi berada di bawah Kodam XXII Tambun Bungai. “Apa yang telah kalian berikan di Kodam XII Tanjungpura, wajib juga diberikan kepada Pangdam Tambun Bungai. Tidak boleh ada penurunan semangat. Alih komando hanya soal pengendalian, kini pusatnya di Kalimantan Tengah,” tandasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post