PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Pelatihan Persiapan Purna Tugas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Sei Kapuas, Senin 8 Agustus 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, yang mewakili Gubernur.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekda, pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ASN yang akan memasuki masa purnatugas atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam melayani masyarakat serta membangun Kalteng.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari manajemen sumber daya aparatur. Kami ingin memastikan para ASN mempersiapkan masa transisi pensiun dengan matang, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi,” tegas Leonard.
Ia menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal peran baru sebagai orang tua yang bijak, warga negara yang aktif, dan teladan di lingkungan masyarakat.
Pelatihan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kalteng 2025–2030, yakni *“Mengangkat harkat martabat masyarakat Dayak khususnya, dan masyarakat Kalimantan Tengah umumnya (Manggatang Utus), dengan spirit kearifan lokal dalam bingkai NKRI menuju Kalteng Berkah, Maju, dan Bermartabat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Salah satu misi utama dalam visi tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah belom bahadat. “Pemerintah Provinsi tidak hanya fokus pada kesejahteraan ASN saat aktif bekerja, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan mereka setelah purna tugas. Inilah esensi pembangunan manusia seutuhnya,” lanjut Leonard.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, menuturkan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis, keterampilan, dan bekal mental bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun. “Kami ingin peserta tetap produktif, sejahtera, dan mandiri setelah purna tugas, serta mampu menjadi figur teladan di tengah masyarakat,” jelas Nunu.
Pelatihan diikuti oleh 60 peserta dengan dukungan tenaga pengajar dari berbagai instansi, termasuk BKD Provinsi Kalteng, Dinas Koperasi dan UKM, RSUD dr. Doris Sylvanus, PT Taspen, praktisi kewirausahaan, psikolog, dan lainnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post