PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Kementerian Dalam Negeri, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan survei penentuan lokasi pembangunan Sarana Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Herson B. Aden, menyampaikan bahwa survei tersebut melibatkan 77 anggota tim yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan beberapa kabupaten lainnya.
“Teman-teman survei dari kementerian sudah turun, jumlahnya ada 77 anggota. Kita baru mau membangun, jadi semua pertimbangan ini penting,” ujar Herson saat diwawancarai awak media, Selasa 26 Agustus 2025. Dia menjelaskan, total terdapat 42 titik lokasi SPPG yang diusulkan kabupaten/kota ditambah 3 titik dari provinsi, yakni satu di Pangkalan Bun dan dua di Palangka Raya.
Survei lapangan berlangsung sejak 21 Agustus hingga 28 Agustus 2025 dan diharapkan rampung dalam waktu dekat. “Survei ini diharapkan segera selesai agar Kementerian PUPR bisa segera melakukan pembangunan. Targetnya, kalau program ini berjalan pada 2025, diharapkan akhir tahun sudah bisa terbangun sehingga manfaat MBG lebih cepat dirasakan masyarakat,” tambah Herson.
Jika program ini terealisasi, setiap 1 dapur SPPG diproyeksikan mampu melayani antara 1.000 hingga 3.000 siswa. Dengan 45 titik yang direncanakan, jumlah penerima manfaat dapat mencapai 45 ribu hingga 135 ribu siswa-siswi di seluruh Kalimantan Tengah. Namun, Herson menegaskan bahwa program MBG saat ini baru menyasar penyediaan di sekolah, namun akan dilakukan bertahap bagi penerima manfaat lainnya.
“Untuk siswa, program ini diarahkan guna membentuk generasi yang lebih cerdas dan sehat. Tapi tahap pertama fokus pada sekolah penerima dulu,” jelasnya. Dia menambahkan, tim survei pertama telah kembali, dan tim kedua kini melanjutkan peninjauan ke seluruh kabupaten di Kalteng. “Mereka mungkin selesai dua hari ke depan, tapi hasil akhirnya kita masih menunggu rapat evaluasi,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post