PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah sekaligus kader senior Partai Golkar, Edy Pratowo, menanggapi dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kalteng dengan sikap tenang dan menekankan pentingnya persatuan di internal partai.
Edy yang telah menapaki dunia politik sejak 1999 menyebut Musda sebagai proses alamiah dalam organisasi politik. “Saya sudah cukup lama di politik. Bagi saya, Musda itu ibarat air mengalir. Ada dinamika, tapi harus dijalani dengan kepala dingin,” ujarnya, Selasa 5 Agustus 2025.
Terkait pencalonan dalam Musda, Edy membenarkan bahwa saat ini muncul dua nama kandidat, termasuk dirinya yang turut didorong untuk maju. Ia mengaku mendapat dukungan sejak awal, namun tetap mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat.
“Dukungan memang ada, bahkan sejak awal. Tapi saya lebih menekankan pentingnya proses yang mengedepankan kebersamaan dan musyawarah,” jelasnya. Menanggapi pertanyaan soal dukungan dari daerah, Edy menyebut bahwa dukungan ganda terhadap lebih dari satu calon merupakan hal yang lumrah dalam politik.
Namun yang paling penting, menurutnya, adalah menjaga kekompakan. “Dinamika dukungan itu biasa, kadang satu daerah bisa mendukung dua calon. Tapi yang utama, jangan sampai ada perpecahan. Siapa pun yang nanti dipercaya memimpin, harus bisa merangkul semua,” tegasnya.
Edy pun mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk mengedepankan semangat soliditas dan loyalitas dalam menghadapi Musda. Ia menekankan bahwa kebesaran partai harus menjadi prioritas bersama, di atas kepentingan individu. “Intinya, mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Musda ini bukan ajang saling menjatuhkan, tapi momentum memperkuat Golkar ke depan,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post