PALANGKA RAYA – Rencana pembangunan rumah sakit di kawasan KM 26 Kec. Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dipastikan tetap berlanjut. Proyek ini menjadi bagian dari rencana strategis pengembangan infrastruktur kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat hingga di wilayah arah timur kota. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom, Senin 7 Juli 2025.
“Pembangunan rumah sakit ini akan tetap berlanjut sesuai dengan kemanfaatan yang akan kita dapatkan,” ujarnya.
Menurut Juni, pembangunan tahap awal akan dimulai dengan proses lelang. Ia berharap pada tahun 2025 sudah ada pemenang lelang agar pelaksanaan pembangunan fisik dapat segera dimulai.
“Jadi saat ini masih dalam proses. Kita mulai dengan lelang dulu, mudah-mudahan tahun 2025 sudah dapat pemenangnya, dan setelah itu kita lanjutkan pembangunannya secara bertahap,” jelasnya.
Pembangunan rumah sakit ini diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp1 triliun yang akan dikucurkan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan. Target penyelesaian proyek tersebut berada dalam rentang waktu antara lima hingga sepuluh tahun, tergantung pada ketersediaan anggaran dan perkembangan kawasan sekitar.
“Anggarannya bertahap, totalnya sekitar satu triliun. Tapi penyelesaiannya bisa lima sampai sepuluh tahun, tergantung perkembangan kota sampai ke kilometer 26,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait status lahan, Juni memastikan bahwa lahan untuk pembangunan rumah sakit sudah disiapkan dan cukup luas. Legalitas lahan juga terus diupayakan untuk clean and clear semuanya supaya tidak menjadi hambatan di kemudian hari.
“Kita sudah siapkan lahan yang luas, lebih dari 10 hektare. Kalau masih ada yang belum clean and clear, kita akan upayakan agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Terkait skema pembiayaan, Juni menegaskan bahwa pembangunan tidak dilakukan dengan sistem multi years, melainkan bertahap. Konsep ini dipilih agar setiap tahapan pembangunan bisa langsung difungsikan dan memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat.
“Jadi kita bangun dulu, fungsikan, kemudian bangun lagi dan fungsikan lagi. Supaya kemanfaatannya langsung terasa. Antara input, output, dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam jangka panjang, fasilitas ini akan menjadi pusat layanan kesehatan yang strategis bagi masyarakat di kawasan Palangka Raya dan sekitarnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post