PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Forkopimda Mengajar untuk menyambut siswa baru SMA/SMK/SKH se-Kalteng. Kegiatan yang berlangsung pada, Selasa (8/7) ini dilakukan secara hybrid, melalui Zoom dan papan tulis interaktif di masing-masing sekolah, dengan tema “Pembelajaran secara digital untuk pemerataan pendidikan dalam mencetak generasi Kalteng unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan kali ini dilaksanakan pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK/SKH se – Kalteng bagi para siswa baru mendapat pembekalan langsung dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Pangdam XII/Tanjungpura, dan Kapolda Kalteng. Mereka menyampaikan pesan-pesan penting tentang semangat belajar, pemerataan pendidikan, hingga integritas di sekolah.
Gubernur melalui pernyataannya yang disampaikan dalam forum itu menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di Kalteng mendapatkan pendidikan yang merata tanpa ada pungutan liar yang memberatkan.
“Jika anak memiliki semangat, niat, tekad, dan kemauan, maka kita semua harus mendukungnya,” ujarnya.
“Kami ingin memastikan semua anak mendapat akses pendidikan yang merata, tidak ada lagi yang putus sekolah. Kalau ada pungutan liar, segera laporkan kepada saya atau dinas terkait. Pelakunya akan kami tindak tegas. Kalau ada guru yang melanggar, lebih baik tidak usah mengajar lagi,” tegasnya.
Gubernur juga memaparkan kebijakan pembebasan biaya sekolah untuk siswa SMA/SMK sederajat dari keluarga tidak mampu.
“Sudah kami hitung, ada sekitar 30 ribu anak yang masuk kategori tidak mampu, dan mereka semua digratiskan. Tapi yang mampu tetap dipersilakan membayar,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya membangun karakter dan iman di kalangan pelajar. “Anak-anak juga harus berhati-hati dengan pergaulan, karena dengan agama hidup jadi terarah, dengan ilmu hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah,” tambahnya.
Program Satu Rumah Satu Sarjana juga kembali disinggung sebagai komitmen pemerintah untuk mendorong anak-anak Kalteng, dari pedalaman hingga perkotaan, bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya siswa melaksanakan ibadah sesuai agamanya masing-masing. “Misalnya, Kalau sudah masuk waktu salat saat masih di sekolah, salat dulu. Untuk agama lain bisa menyesuaikan. Kami akan pantau itu karena sistem sekarang sudah modern,” jelasnya.
Di akhir, ia menekankan bahwa pendidikan di Kalteng bukan hanya soal akademik, tetapi juga karakter dan agama. “Kami ingin pendidikan di Kalteng jadi nomor satu,” tutupnya.
Salah satu peserta MPLS dari SMA Negeri 3 Palangka Raya, Andrea Claresta S., menyambut positif kegiatan ini. “Sejujurnya saya berharap bisa bertemu langsung dan berdiskusi dengan Bapak Gubernur, ingin sekali bertanya. Tapi tidak apa-apa, mungkin akan ada kesempatan lain,” katanya.
Andrea juga berharap program seperti ini terus berlanjut karena memberi banyak manfaat bagi siswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program ini mengajarkan bahwa untuk bisa belajar dan berhasil tidak harus dari keluarga kaya. Yang penting semangat dan kemauan. Seperti yang disampaikan Pak Kapolda dan Pangdam, mereka juga bukan dari keluarga berada, tapi bisa sukses karena kerja keras dan pendidikan. Itu sangat menginspirasi,” ucapnya.
Andrea mengaku bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Sebagai siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya yang mengikuti forum ini, saya merasa sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post