PALANGKA RAYA – Pemerataan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah dinilai masih belum maksimal, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Menyikapi hal ini, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah pelosok guna meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, menyampaikan bahwa infrastruktur yang memadai merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah secara berkelanjutan dan inklusif. Hal tersebut ia sampaikan usai melakukan kegiatan reses dan menampung berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah wilayah di provinsi ini.
“Infrastruktur di pelosok sangat penting untuk menunjang konektivitas, membuka peluang ekonomi, serta memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar Okki, Selasa 20 Mei 20205. Dia menambahkan bahwa akses infrastruktur yang baik akan memperluas layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Pembangunan yang menyentuh daerah pinggiran akan membantu mengatasi keterisolasian dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kami berharap pembangunan infrastruktur bisa lebih merata ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” tegasnya. Lebih lanjut, Okki menekankan pentingnya penyusunan perencanaan pembangunan yang menyeluruh dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, aspirasi dari masyarakat pelosok harus diterjemahkan ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan mereka. “Kita perlu memastikan bahwa setiap perencanaan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga, khususnya di wilayah yang selama ini masih tertinggal dalam hal infrastruktur,” tutupnya.
DPRD Kalteng berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah daerah agar pembangunan di provinsi ini berjalan merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post