SAMPIT – Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama tim gabungan terus melanjutkan Operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) terhadap seorang penumpang kapal KM Dharma Ferry VI yang dilaporkan terjatuh di perairan Muara Teluk Sampit.
Hingga hari ketiga pencarian, Kamis 17 April 2025,korban atas nama Riski Adi Saputro (29), asal Tulungagung, Jawa Timur, masih belum ditemukan.
Dalam laporan resmi yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kotim, Multazam, operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di Dermaga Pos TNI AL (Posbinpotmar) Samuda. Tim melakukan apel dan briefing untuk menentukan fokus pencarian pada hari ini, yang diarahkan ke wilayah perairan Desa Setiruk.
“Sejak awal operasi dimulai pada 15 April hingga hari ini, hasil pencarian masih nihil. Namun upaya pencarian tetap kami lanjutkan dengan menyisir aliran Sungai Mentaya di sekitar koordinat 03°09.753′ LS dan 113°06.196′ BT,” ujar Multazam.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan dua perahu, yaitu perahu RBB milik Pos SAR Sampit dan Kapal Patroli Polairud Polres Kotim. Selain itu, personel juga dibekali dengan pelampung, drone, genset, dan alat pendukung lainnya untuk mendukung pencarian visual di lapangan.
Dalam upaya ini, BPBD Kotim juga telah menjalin komunikasi dengan BPBD Kabupaten Tulungagung untuk memperoleh data lengkap korban. Tim SAR juga memberikan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas atau bersandar di Muara Teluk Sampit agar segera melapor bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Adapun unsur SAR yang terlibat yaitu Tim Rescue Pos SAR Sampit, TNI AL (Posbinpotmar Samuda), Polairud Polda Kalteng, BPBD Kabupaten Kotim, Tagana Dinas Sosial Kotim, KSOP Sampit dan Polairud Polres Kotim
Cuaca di lokasi terpantau berawan, namun tidak menghambat proses pencarian. Tim gabungan menyatakan akan terus melakukan penyisiran hingga korban ditemukan atau instruksi lebih lanjut dikeluarkan.
“Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar korban segera ditemukan,” pungkas Multazam.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post