PALANGKA RAYA – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan pelaksanaan program yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan sebagai kunci utama dalam menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Hal ini disampaikan dalam sesi wawancara seusai acara Dialog Bersama Pilar-Pilar Sosial Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa 15 April 2025.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan khusus pada dua hal: pertama, data yang akurat dan terintegrasi; kedua, program yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” ungkap Gus Ipul. Dia menyoroti bahwa selama ini banyak program pemerintah yang berjalan sendiri-sendiri akibat ego sektoral, dan hal itu harus dihentikan. “Datanya harus akurat, tidak boleh berbeda-beda. Programnya juga harus saling terhubung, tidak lagi berjalan masing-masing,” tegasnya.
Didampingi oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, dan unsur Forkopimda lainnya, Mensos menambahkan bahwa program terarah berarti memiliki tujuan yang jelas, terpadu berarti antarinstansi harus terintegrasi, dan berkelanjutan berarti program harus berlangsung secara konsisten dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Gus Ipul mengungkapkan bahwa dalam empat bulan terakhir, Kementerian Sosial telah bekerja keras mengonsolidasikan data sosial ekonomi hingga diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Inpres ini kemudian diperkuat dengan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang mencakup program prioritas seperti Sekolah Rakyat.
“Wajib bagi semua unsur pemerintahan menggunakan data yang sama. Ini perintah Presiden. Maka dari itu, saya turun langsung ke daerah untuk menyamakan frekuensi, menyatukan langkah,” ujarnya. Mensos juga mengajak seluruh elemen-dari kepala daerah, TNI/Polri, hingga pihak swasta-untuk bersinergi menggunakan DTSEN sebagai rujukan dalam setiap program sosial. “Kalau datanya sama, maka bantuan, program, hingga amal jariah pun bisa tepat sasaran,” pungkasnya.
Kunjungan Mensos ke Kalimantan Tengah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat menyinergikan seluruh kekuatan di daerah untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan sosial yang lebih merata, efektif, dan berkeadilan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post