PALANGKA RAYA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendukung penuh pembentukan Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan menjadikannya sebagai sentra ekonomi baru yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Mendagri berharap inisiatif ini dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi desa, termasuk mengendalikan laju urbanisasi yang semakin pesat.
“Untuk menjaga agar desa tidak terjadi urbanisasi dan desa menjadi sentra ekonomi penghasil produksi, yang menyumbang pertumbuhan ekonomi. Itu kira-kira harapan kita,” ujar Mendagri dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta.
Lebih lanjut, Mendagri menekankan bahwa Kop Des Merah Putih juga memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan koperasi ini dapat membantu menyerap hasil produksi petani dengan lebih baik, serta melindungi mereka dari praktik merugikan seperti tengkulak, rentenir, dan ijon.
“Dan dapat memotong dari kesulitan yang mereka alami selama ini, seperti praktik dari tengkulak, rentenir, ijon, dan lain-lain, karena semua diambil alih oleh Kop Des Merah Putih ini,” jelasnya.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi instrumen utama dalam menciptakan ekonomi desa yang lebih sehat dan berkeadilan. Mendagri juga menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa akan lebih mudah diimplementasikan dengan adanya koperasi ini, seperti penyaluran obat generik murah melalui apotek desa atau distribusi pupuk subsidi yang tepat sasaran.
“Seperti misalnya apotek desa dengan obat generik [yang] harganya murah. Masyarakat tertolong, rakyat desa tertolong, murah obatnya. Dan pupuk misalnya, juga penyaluran pupuk bisa disalurkan melalui koperasi, sehingga tepat sasaran, yang subsidi terutama,” tegasnya.
Senada dengan Mendagri, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi juga menegaskan bahwa Kop Des Merah Putih dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. Menurut Menkop Budi Arie, koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi, terutama ekonomi rakyat.
Lebih lanjut, Menkop Budi Arie menekankan bahwa menghapus kemiskinan di desa adalah kunci utama bagi kemajuan Indonesia. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan bermakna jika masih banyak masyarakat desa yang hidup dalam kemiskinan.
“Karena pembangunan ini, kemajuan Indonesia tidak ada artinya kalau desa-desa tidak maju. Kemampuan Indonesia, tidak ada artinya kalau masih banyak rakyat, khususnya di desa, yang miskin,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post